12 February, 2013

Seafood & Autisme: Makanan untuk Ibu Hamil

4 comments

Beberapa waktu yang lalu, saya menemani seorang teman yang sedang hamil muda ke dokter kandungan. Di sela pembicaraan dengan dokter, sang dokter memberikan nasihat berupa makanan-makanan yang pantang dimakan untuk ibu hamil. Salah satu makanan tersebut adalah seafood!

Si dokter memberikan pantangan makan seafood karena berdasarkan tuturan beliau, seafood sekarang banyak mengandung besi, bisa menyebabkan autisme pada anak yang dikandung. "Makanya, banyak anak autis sekarang, karena ibu-ibunya gemar makan seafood."

Apa yang dianjurkan oleh dokter ini ternyata  berlawanan dengan pengetahuan teman saya sebelumnya. Oleh keluarganya, teman saya ini malah disuruh banyak-banyak makan seafood karena bergizi tinggi. "Kalo untuk sumber nutrisi, banyak lah sumber gizi dan nutrisi lain selain seafood", tanggapan si dokter.

Seperti biasa, it makes me wondering. Is it true?  

Benarkah konsumsi seafood berkorelasi dengan risiko autisme pada anak yang sedang dikandung? Bagaimana pola makanan ibu hamil seharusnya, khususnya terkait seafood?

***

Temuan  mengenai Level Merkuri pada Seafood


Akhirnya, saya mencoba mencari-cari. ^^

Berdasarkan artikel ini, 84% dari sampel ikan yang diambil dari perairan seluruh dunia mengandung kadar merkuri yang tidak aman, menurut sebuah studi baru dari Institut Penelitian Biodiversitas dan Jaringan Eliminasi Polutan Organik Persisten Internasional (Internasional Biodiversity Research Institute and the International Persistent Organic Pollutants Elimination Network). Berdasarkan temuan ini, tidak aman untuk mengkonsumsi ikan dengan level merkuri setinggi itu lebih dari satu kali sebulan. 

Tidak hanya itu, peneliti juga mengambil sampel rambut dari 152 orang dari seluruh dunia. Mereka menemukan bahwa lebih dari 82% sampel rambut tersebut mengandung merkuri dengan level yang lebih tinggi dari yang direkomendasikan oleh Lembaga Perlindungan Lingkungan A.S. (U.S. Environmental Protection Agency/EPA). Artinya, masyarakat kini terpapar merkuri dengan level yang jauh dari baik.

***

Bahaya Merkuri bagi Ibu Hamil


Seafood dapat menjadi sumber protein dan zat besi, nutrisi penting untuk perkembangan dan pertumbuhan bayi. Selain itu, omega-3 di banyak ikan dapat menunjang perkembangan otak bayi.
  
Akan tetapi, beberapa jenis seafood (khususnya ikan predator besar, seperti hiu, todak, dan makerel raja) mengandung level merkuri yang tinggi. Jika kamu secara reguler makan ikan dengan level merkuri tinggi, zat tersebut akan terakumulasi di aliran darah dari waktu ke waktu.

Hal ini dapat mempengaruhi sistem saraf dan otak, dan secara khusus berbahaya bagi anak-anak dan ibu hamil, menurut  Lisa Moskovitz, ahli gizi dari Manhattan. “Merkuri bertindak seperti neurotoxin yang bahkan pada dosis rendah pun dapat mengganggu perkembangan bayi dan fungsi kognitif. Pada kasus tertentu, efek merkuri bisa menyebabkan keterbelakangan mental, kelumpuhan otak, dan kehilangan penglihatan dan pendengaran," ujarnya. "Pada orang dewasa tidak hamil, merkuri mempengaruhi fertilitas, tekanan darah, ingatan, dan penglihatan."

***

Bijak Mengkonsumsi Seafood


Cukup nyeremin emang. Tapi.. tidak berarti kamu harus menghentikan konsumsi ikan juga. "Karena ikan merupakan salah satu sumber nutrisi ibu hamil yang penting, hal ini lebih ke pandai-pandai memilah konsumsi makanan kita daripada menghindari makan ikan sama sekali," ujar David Evers, PhD, ilmuwan kepala di Institut Penelitian Biodiversitas yang memiliki spesialisasi pada penelitian ecotoxicology.

Dikutip dari situs EPA, berikut adalah pedoman untuk mengurangi paparan merkuri pada ikan.

  • Hindari konsumsi ikan predator besar: ikan hiu, ikan todak, mackerel raja, karena mengandung kadar merkuri yang tinggi.
  • Batasilah konsumsi ikan dan kerang yang rendah merkuri hingga 12 ons (2x makan besar) dalam seminggu
  • 5 ikan umum yang rendah merkuri: udang, tuna kalengan (bukan tuna albacore/tuna besar yang merkurinya lebih tinggi), salmon, dan lele (atau ikan berkumis lainnya, seperti patin).    
  • Carilah informasi mengenai keamanan ikan yang dijual di pasar atau supermarket dekat rumah Anda, entah dari teman, kerabat, atau kenalan nelayan atau penjual ikan. Jika tidak ada informasi tersedia, batasi konsumsi ikan hingga 6 ons (1x makan besar) dalam seminggu 

A big no untuk ikan hiu, todak, dan mackerel raja

Say yes to udang, tuna kalengan, lele, salmon, dan patin


Lebih lengkap, sila baca Level Merkuri pada Ikan
Baca lebih lanjut: Wisata Kuliner with Pindang Patin

***

Anjuran Si Dokter


Jadi, apakah pernyataan dokter tadi benar? Ga juga..

1. Besi atau Merkuri?
Si dokter mengatakan mengenai kandungan 'besi'. Ya, mungkin 'besi' yang dimaksudkan si dokter itu merkuri kali ya. 

2. Berhenti makan seafood?
Tidak serta-merta kita harus menghentikan konsumsi seafood, khususnya ibu hamil. Lebih ke membatasi dan mengatur dengan lebih pintar ikan atau seafood yang dikonsumsi.

3. Seafood berkorelasi dengan autisme?
Pada artikel-artikel yang saya temukan, memang banyak disebutkan bahwa paparan merkuri level tinggi dapat mempengaruhi perkembangan sistem saraf dan otak pada janin. Namun, tidak ada satu pun yang secara eksplisit menyebutkan tentang autisme. Ketika saya coba cari dan tanya-tanya ke dokter kenalan saya mengenai penyebab autisme, korelasi antara merkuri dan autisme masih sebatas klaim. Belum ada bukti yang reliable. Hal ini masih menjadi topik penelitian yang ekstensif, kalangan ilmuwan masih terbagi menjadi 2 kubu mengenai hal ini.

***

Kesimpulan


Walaupun merkuri dapat mengganggu perkembangan otak bayi, konsumsi seafood rendah merkuri dengan jumlah normal selama kehamilan belum terbukti menyebabkan masalah. Selain itu, omega-3 pada berbagai macam ikan (khususnya salmon dan tuna) dapat menunjang perkembangan kognitif yang sehat. Selama kamu tidak mengkonsumsi ikan yang kamu ketahui mengandung merkuri tinggi atau terkontaminasi oleh polutan, ikan dapat menjadi bagian dari pola makan sehat kamu selama kehamilan.

***

Referensi:

***

Jika kamu merasa tulisan ini berguna, bantu share ya..

4 comments:

  1. maaf, bukannya ngejunk. tapi anjuran dokter mengenai besi itu benar. merkuri dan besi merupakan senyawa mineral yang sangat jauh berbeda. Mercury itu air raksa. dan pada kehamilan memang dibutuhkan besi. karena dibutuhkan untuk mengikat nutrisi2 dari ibu ke bayi. karena kadar zat besi di tubuh manusia itu ada pada darah. terutama hemoglobin. Terimakasih

    ReplyDelete
  2. Hoo begitu ya.
    Hahahaha.
    Jadi tulisan saya ga nyambung dong ya =))

    Soalnya, hasil top search antara seafood dan bumil adalah tentang merkuri. *ngeles

    Tapi terima kasih buat masukannya. Saya akan cari-cari lagi lebih lanjut biar tulisannya saya edit biar nyambung ^^

    ReplyDelete
  3. Tapi bisa jadi benar, bude saya punya anak yang autis, katanya gara-gara pas masa kehamilan banyak mengkonsumsi ikan laut yang dimana banyak terpapar merkuri.

    Artikel ini relevan dengan cerita yang saya tahu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Untuk bisa menarik kesimpulan, apakah A mempengaruhi B, kita perlu bukti yang empiris, dengan metode yang terukur, dalam lingkungan yang terkontrol.

      Cerita bude kamu mungkin berpotensi jadi bukti. Tapi sayangnya, pengalaman pribadi, yang cuma dirasa-rasa (kita kan ga tau siapa tau ada kebiasaan lain bude mu pas hamil yang mempengaruhi autisme), tanpa alat ukur yang terarah, belum mampu membuat ini jadi sebuah bukti.

      Jika saja, dari awal udah diukur tuh, level konsumsi seafood nya, jenis seafood nya apa, dan variabel lain (kebiasaan hamil lain) dibikin netral, barulah kita bisa liat secara empiris, apakah konsumsi seafood berkorelasi dengan kehamilan.

      Soalnya, sejauh saya riset untuk tulisan ini, belum ada studi ilmiah pun yang mampu membuktikan klaim itu. Hehehe.

      Btw, makasih ya udah mampir di blog saya. Sebenarnya, saya udah pindah ke situs baru, blog ini udah lama ga di-maintain. Cek situs saya yang baru ya --> http://rofalina.com/

      Delete