29 May, 2013

Kajian Gen dalam Menentukan Jenis Kelamin

3 comments

Pandangan awam di masyarakat kita:
Kebanyakan orang yang berjenis kelamin laki-laki, gendernya maskulin, dan orientasi seksualnya kepada orang perempuan. Yang tidak demikian, juga ada.

Kebanyakan orang yang berjenis kelamin perempuan, bergender feminin, berorientasi seksual kepada orang laki-laki. Yang tidak demikian pun juga ada.

Tapi bukan berarti orang yang tidak sama dengan orang kebanyakan, lantas identik dengan orang yang mengalami gangguan atau abnormal.

Jenis Kelamin, Gender, dan Orientasi Seksual itu secara biologi adalah konsep yang saling independen, masing-masing berdiri sendiri-sendiri, tapi sering dicampuradukkan!

Jenis Kelamin 
Fisik alat kelamin seorang individu. Kalo punya penis, ya laki-laki. Kalo punya vagina, ya perempuan. Kategori yang langsung disematkan dokter kandungan atau bidan atau dukun beranak ketika seorang bayi lahir ke dunia.

Gender 
Bagaimana seseorang memandang dirinya, feminin atau maskulin atau keduanya. Lebih lanjut, definisi gender adalah identitas diri seseorang. Kelamin perempuan, tapi bisa saja ia memandang dirinya sebagai seorang pria. Kelamin laki, punya penis, tapi bisa saja ia memandang dirinya sebagai seorang wanita, "aku salah tubuh.."

Orientasi Seksual
Pola ketertarikan seksual dan emosional seseorang terhadap suatu object. Object tersebut bisa berupa lawan jenis, sesama jenis, binatang, pohon, sampai meja..


Kali ini, saya akan membahas lebih dalam tentang konsep Jenis Kelamin dulu ya: konsep gen dalam menentukan jenis kelamin anak. Nanti saya akan lanjut dengan artikel mengenai Gender dan Orientasi Seksual.. :)

***

Kromosom X vs. Kromosom Y

Secara sederhana, diketahui jika orang berkromosom XX itu perempuan, sedangkan yang XY laki-laki. Padahal tidak selalu demikian. Orang berkromosom XY tidak selalu berjenis kelamin laki-laki, orang yang berkromosom XX juga tidak selalu berjenis kelamin perempuan. Memang jarang perempuan memiliki kromosom Y, meski tidak mustahil. Karena gen pembawa unsur maskulin kromosom Y bisa hilang/rusak pada orang tertentu.

Janin manusia sampai usia 8 minggu dalam kandungan semua berjenis kelamin perempuan. Kenapa ada yang berubah jadi laki-laki?

Perubahan kadar hormon-hormon tertentu lah yang merubah sebagian dari janin-janin perempuan itu jadi laki-laki. Terus apa yg membuat kadar hormon berubah?

Dan mutasi genetiklah yang memicu perubahan aktivitas hormon, berujung terjadinya diferensiasi menjadi laki-laki dari yang awalnya perempuan.

Tak banyak yang tahu bahwa munculnya jenis kelamin jantan/laki-laki adalah akibat hadirnya ‘si pengganggu’ kromosom Y, yang merubah stabilitas hormonal. Kebanyakan orang tahu kromosom X&Y merupakan penentu jenis kelamin. Tapi ada beberapa hal seputar kromosom ini yang belum diketahui kebanyakan orang.

Dari segi kemasannya, kromosom XY ini sangat berbeda dengan kromosom-kromosom manusia yg lain. Dulu timbul tanda tanya besar, sekarang sudah terjawab. XY ini ternyata bukan kromosom identik. Dibanding ukuran X, kromosom Y sangat kecil seolah merupakan tambahan dadakan karena tuntutan keadaan. Kromosom Y tidak sebanding dengan kromosom X. X lebih perkasa dalam segala hal, akibatnya pertempuran X-Y adalah perkelahian tak seimbang. Dan akhirnya, kromosom Y selalu harus bersembunyi sambil meninggalkan bagian-bagian yang tidak penting untuk fungsinya bila berhadapan dengan X.

Artinya, secara genetik, manusia perempuan jauh lebih perkasa dari manusia laki-laki dalam segala hal.

***

Pembentukan Jenis Kelamin


Bagaimana prosesnya bisa seperti itu? Berikut yang tertulis dalam kitab genom manusia.

Di masa lampau, leluhur kita beralih dari kebiasaan reptil yang menentukan jenis kelamin berdasarkan temperatur telur ke penentuan secara genetik. Alasan yang paling mungkin untuk peralihan itu adalah supaya tiap jenis kelamin manusia dapat mulai berlatih untuk tugas khususnya masing-masing dalam pembuahan.

Pada manusia, adanya gen penentu jenis kelamin menjadikan laki-laki, sedangkan ketidakhadiran gen itu ya tetep perempuan. Pada burung, kebalikannya.

Kehadiran gen ‘pengganggu’ itu dengan segera menarik ke dekatnya gen-gen lain yang bermanfaat bagi laki-laki, misalnya, gen untuk otot kekar. Pada perempuan, gen-gen, seperti gen otot kekar, tidak diperlukan karena hanya akan menguras energi. Lebih baik jika dicadangkan untuk pengasuhan anaknya. Gen-gen sekunder semacam itu mendekatkan diri yang cocok dengan jenis kelamin yang satu dan tidak cocok dengan jenis kelamin yang lain. Persaingan antar gen.

Nah, ‘gangguan’ yang ditimbulkan oleh gen dalam kromosom Y ini tidak selalu ektrem dan menghasilkan kelaki-lakian yang seragam. Hal ini karena tertariknya gen-gen sekunder kelaki-lakian tidak selalu sama. Akibatnya ada individu yang tidak ekstrem menjadi laki-laki. Hal ini juga bisa menjelaskan bahwa mengapa lebih banyak laki-laki yg kecewek-cewekan ketimbang sebaliknya. Ini bukan kelainan, tapi variasi normal.

Secara sederhana, laki-laki yang bersifat kecewek-cewekan bisa dibilang sebagai individu yang ingin ‘kembali’ ke jenis kelamin asalnya, yaitu perempuan ;D

***

Wanita Inferior?


Kalau memang secara genetik wanita lebih perkasa, mengapa dalam kehidupan masyarakat yang terjadi justru sebaliknya? Laki-laki jadi lebih superior?

Wanita dianggap inferior bukanlah karena alasan fisik atau genetik, tetapi lebih disebabkan alasan kultural kesejarahan. Mengapa demikian?

Perempuan dianggap inferior karena dulu rata-rata berusia lebih pendek dari laki-laki. Kenapa? Karena proses melahirkan beresiko kematian tinggi. Sekarang, saat resiko proses melahirkan tak ubahnya seperti mencet jerawat, terbukti wanita didesain untuk berusia lebih panjang ketimbang laki-laki. Contohnya: siklus hormonal perempuan usia subur mengurangi resiko jantung koroner. Setelah menopause, resiko wanita jadi sama dengan laki-laki.

***

Sumber:
saduran rangkuman kultwit dr. Ryu Hasan @ryuhasan (neurosurgeon) mengenai Jenis Kelamin (Sex), Gender, dan Orientasi Seksual. 
Sumber gambar: http://www.positionstoconceivebabyboy.com/2012/07/the-x-and-y-chromosomes-science-of.html

***

Kamu suka dengan artikel ini? Bantu share yuk ;)
Read More...

Keberagaman Seksualitas dan Gender di Indonesia

4 comments

Dengan bantuan medis, janin bisa ditentukan jenis kelamin biologisnya ketika mereka berumur 4-5 bulan. Dan ketika lahir, ada dua macam yang dikenal di hampir seluruh dunia: lelaki (dengan penis) dan perempuan (dengan vagina).  Pembagian ini kemudian disertai dengan tuntutan dan peran gender.

Namun, ada berapa pembagian gender di dunia ini?  Gender di Indonesia, secara umum, mungkin hanya 3 gender yang dikenal: perempuan, lelaki dan waria.  Namun, masyarakat Bugis mengenal 5 gender.  Berbeda lagi dengan di Muangthai, yang mengenal sekitar 10 gender.  Tuntutan kefemininan dan kemaskulinan dari semua gender-gender ini pun berbeda.

Lalu, mengapa di Indonesia banyak orang berkeras dan memaksakan dua seksualitas dan gender saja, lelaki dan perempuan, dengan keharusan-keharusan yang harus dipatuhi dan seringkali dipaksakan kepada manusia, dan terutama kepada perempuan?

Tuntutan gender biasanya disertai dengan orientasi seksual yang heteronormatif.  Artinya, lelaki biasanya harus maskulin dan menjalin hubungan dengan perempuan. Sedangkan, perempuan seringkali dituntut untuk menjadi feminin, jatuh cinta dan menikah dengan lelaki, mempunyai anak dan melayani suami.

Waria (sebagai gender ketiga) seringkali direndahkan dan disisihkan. Mereka diterima di dunia hiburan atau kecantikan, tapi di dunia lain (seperti politik dan pendidikan), mereka masih belum diterima.  Bahkan, baru-baru ini beberapa kelompok fundamentalis di Jawa dan Madura mulai mengharamkan potong rambut perempuan oleh waria.

“Pengaruh budaya Barat” biasanya ditempelkan pada pembangkangan gender yang terjadi.  Mereka yang melontarkan klaim ini mungkin lupa atau sengaja melupakan kenyataan bahwa di Indonesia, masyarakat Bugis mengenal calalai (perempuan maskulin) yang biasanya mempunyai pasangan perempuan lain dan calabai (lelaki feminin) yang biasanya berpasangan dengan lelaki. Bahkan, pendeta di kepercayaan tradisional mereka, bissu, juga merupakan kombinasi dari sifat keempat gender yang ada.

Dalam budaya adat di Nusantara, “kekacauan” dualisme gender ini dapat ditemui dalam seni tradisional seperti reyog di Ponorogo, di mana gemblakan yang biasanya gemulai berhubungan  dengan warok atau warokan.

Jawa Timur juga mengenal ludruk yang mempunyai tandak lelaki yang berdandan perempuan.  Ia biasanya menjadi primadona, dan bahkan digemari oleh beberapa lelaki lainnya.

Di Banyuwangi, juga ada tari gandrung yang pernah diperagakan oleh laki-laki berbaju perempuan, di mana beberapa lelaki yang menonton mereka ikut menari bahkan menciumi mereka sambil memberi uang.

Praktik hubungan seksual sejenis bahkan telah mempunyai istilah dalam bahasa Jawa di masa lampau, yaitu jinambu (pasif) dan anjambu (aktif).

Begitu juga pada kesenian indang di Sumatra Barat, para penarinya adalah remaja lelaki yang gemulai yang biasanya tidur bersama dengan manajer grup itu. Seringkali hubungan seksual sejenis terjadi antara manajer dan penari atau antarsesama penari.

Di Aceh, seni rateb sadati ditarikan oleh 15-20 lelaki dewasa dengan seorang bocah lelaki yang ayu.  Lelaki kecil ini didandani mirip perempuan.

Dewa-dewi di Nusantara (yang kebanyakan berasal dari India) juga tidak mengacu pada dualisme gender yang konsisten.  Salah satunya adalah Ardhanarishvara, yang merupakan persatuan antara Dewi Parwati dan Dewa Syiwa sehingga ia mempunyai dua tubuh (lelaki dan perempuan).  Patungnya masih bisa ditemukan antara lain di Bali dan di Museum Trowulan (Mojokerto).  Begitu juga Wisnu yang menjelma menjadi Dewi Mohini dan bersetubuh dengan Dewa Syiwa.      

Keberagaman gender di Nusantara ini sempat membuat orang Eropa yang menjelajah ke Asia Tenggara tercengang.  Mereka, yang pada umumnya menganut atau paling tidak dipengaruhi ajaran Kristen Puritan, menganggap praktik seksualitas di Asia Tenggara tidak bermoral.

Dalam Jurnal Gandrung Vol.1 No.2, keberagaman seksualitas dan gender manusia digali dan ditilik dari sejarah gender sehingga artikel-artikel dalam edisi ini akan membuat kita bertanya: Dengan begitu kayanya ragam manusia, dengan begitu tak terbatasnya kemungkinan-kemungkinan yang ada, apakah masih perlu segala definisi gender dan seksualitas ini?  Apalagi bila disertai bermacam paksaan supaya manusia menuruti kaidah yang amat sempit, yang memenjara dan memerkosa identitas kita.  Dan tuduhan “kebarat-baratan” itu,  masihkah bisa dibenarkan di depan kenyataan ini?

***

Dikutip dari Soe Tjen Marching: Editorial Jurnal Seksualitas Gandrung.
Link download untuk Jurnal Seksualitas Gandrung ini sepertinya sudah mati (mediafire)

***

Read More...

26 May, 2013

Puisi Gie ~ Mati Muda

Leave a Comment

Simply the best words I've ever read. Every words reflect my view well. Ultimate goal, ultimate feelings for a special one..

***

Ada orang yang menghabiskan waktunya berziarah ke Mekah
Ada orang yang menghabiskan waktunya berjudi di Miraza

Tapi aku ingin habiskan waktuku di sisimu sayangku
Bicara tentang anjing-anjing kita yang nakal dan lucu
Atau tentang bunga-bunga yang manis di lembah Mandalawangi

Ada serdadu-serdadu Amerika yang mati kena bom di Danang
Ada bayi-bayi yang mati lapar di Biafra

Tapi aku ingin mati di sisimu manisku
Setelah kita bosan hidup dan bertanya-tanya
Tentang tujuan hidup yang tak satu setan pun tahu

Mari, sini sayangku..

Kalian yang pernah mesra, yang pernah baik dan simpati padaku
Tegakklah ke langit atau awan mendung
Kita tak pernah menanamkan apa-apa
Kita takkan pernah kehilangan apa-apa

Nasib terbaik adalah tidak pernah dilahirkan
Yang kedua dilahirkan tapi mati muda
Dan yang tersial adalah berumur tua

Berbahagialah mereka yang mati muda
Makhluk kecil kembalilah dari tiada ke tiada
Berbahagialah dalam ketiadaanmu

~ puisi terakhir Soe Hok Gie

puisi terakhir soe hok gie

***

Read More...

05 May, 2013

Kurikulum 2013: Kurikulum Jaka Sembung Bawa Golok

Leave a Comment
Beberapa waktu terakhir saya lagi sering nge-blog tentang pendidikan. Artikel kali ini pelengkap saja, mengenai Kurikulum 2013 untuk negara Indonesia ini :D

Baca lebih lanjut: 

Kalo saya melihat Kurikulum 2013 ini, kurikulum jaka sembung bawa golok, ga nyambung!! LOL. 

Itu mau belajar Kimia apa PKN. Wkwkwk.
Trus, saya baru tau kalo akuntansi Buddha dengan Hindu itu beda. *ngikik*

kurikulum 2013 kimia


kurikulum 2013 akuntansi




***

Berikut link berita penjelasan M. Nuh, selaku Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia. Sila dibaca dahulu. Ini Penjelasan M. Nuh Tentang Kurikulum 2013

Nah, untuk pembahasan lebih lanjutnya, saya akan mengutip ulasan oleh salah satu rekan saya berikut ini. 

Ini agak lucu sih, pak menteri ini bilang bahwa dia dapat inspirasi pas umroh untuk mengonsepkan pendidikan yang mengutamakan Tazkiyah (attitude), Tilawah (pengetahuan) dan Ta'alim (keterampilan). 

Kenapa lucu? 

Karena gw dan orang2 lain yang pernah baca2 soal konsep pendidikan pun gak perlu umroh pun tahu bahwa ketiga hal tersebut adalah parameter dasar penilaian kesuksesan sebuah pendidikan (bahkan ada di wiki: http://en.wikipedia.org/wiki/General_Education_Outcomes) , biasa disingkat dengan akronim ASK (Attitude, Skill, Knowledge), saya gak ngerti kenapa pak menteri ini butuh wahyu tuhan pas umroh buat tahu hal seumum ini, entah dia emang gak tau banyak soal pendidikan atau cerita inspirasi pas umroh ini dibuat - buat saja biar dramatis, lol 

Oke lanjut, masalah disini adalah ASK bukanlah sebuah konsep dari pendidikan, melainkan tujuan dari pendidikan, sukses tidaknya sebuah proses pendidikan dilihat dari kualitas ASK dari lulusannya, perkara bagaimana mencapai peningkatan itu sendiri sudah berbeda ceritanya, jadi ketika pak menteri ini ditanya soal konsep pendidikan dan dia jawab begini, itu kayak nanya begini ke pelatih bola: 

"pak, apa strategi bapak yang akan digunakan untuk memenangkan pertandingan berikutnya?" 

"ah, tadi malam ketika saya mau tidur, saya terbersit sebuah konsep yaitu mencetak gol lebih banyak dari yang bisa dicetak lawan saya, maka itulah strategi saya" 

So, kalau jawabannya aja udah kayak gitu menurut gw sih kemungkinannya udah jelas, yaitu ada latar belakang lain di balik kurikulum 2013 yang gak bisa di-expose sama si pak menteri ini, perkara gak bisa di-exposenya kenapa ya gw gak tau juga, bisa jadi karena dia gak tau apa dasar pemikirannya (yang bikin orang lain), bisa jadi ada maksud tersembunyi dari penyusunan kurikulum, bisa juga dia tau dasarnya sangat lemah, daripada di-bully mending bikin cerita dramatis dengan jawaban seadanya aja deh 

via Rizky Andriawan

***

Sumber:
http://fisikawanpesisir.blogspot.com/2013/04/kurikulum-2013-untuk-fisika.html
2 images I got from Twitter world, and sorry I forget from which twitter account :/

***

Read More...