22 July, 2013

Cewek Matre vs. Cowok Cabul

8 comments
Ada pandangan yang lumayan umum beredar di dunia petualangan cinta manusia:
"Kenapa sih pria itu cenderung melihat fisik aja?"
"Kenapa sih cewe matre?"

Percaya atau tidak, jawabannya dapat dijelaskan dari sejarah/perjalanan evolusi manusia.

Manusia (Homo sapiens sapiens) sebagai spesies memiliki tujuan untuk bertahan hidup (survive), melestarikan spesiesnya dengan cara bereproduksi. Membesarkan keturunan untuk mengestafetkan gennya. Evolution drive (dorongan evolusi) ini mempengaruhi insting biologi manusia, dan tanpa kita sadari membentuki social behavior (perilaku sosial) kita.

***

Apa yang Dicari Wanita dari Pria?
Pertama tentang wanita. Wanita harus hamil dan mengasuh keturunannya. Oleh karena itu, wanita membutuhkan security dan stabilitas akan resource yang menunjangnya menjalankan peran ibu, "pengasuh anak". Salah satunya adalah resource finansial!

Nah, itu kenapa ketika mencari pasangan, wanita itu agak "matre". Mencari pria yang sudah mapan, dapat menafkahi keluarga serba berkecukupan, bahkan cari calon suami yang kaya raya (sinetron banget ga sih..). Semuanya berakar dari insting biologis si wanita tadi, menjalankan perannya sebagai "pengasuh", agar misi pelestarian spesies dapat dipenuhi.

Apa yang Dicari Pria dari Wanita?
Di sisi lain, insting primitif biologis pria lebih sebagai "penyebar benih". Sebagai penyebar benih, pria ingin benihnya diestafetkan melalui "medium" yang high quality. Pria ingin memastikan bahwa "penerima" benihnya berkualitas, dalam hal ini ya pasangan wanitanya.

Ini mengapa pria lebih melihat fisik tubuh wanita dalam mencari pasangan. Karena pysichal appeareance adalah sinyal dari gen yang sehat dan berkualitas. Wajah cantik jelita, badan bahenol, payudara mantep. Ya itu semua sinyal gen yang sehat dan ternutrisi baik.

"Ga gitu juga kali fan. Ga semua pria mupeng fisik, ga semua wanita matre."
Iya saya mengerti. Saya menjabarkan behaviour secara umum, generalisasi. Exception per case ya pasti ada.

***

Ayah yang Baik, Pria Idaman Wanita

Walaupun demikian, seiring perjalanan evolusi manusia, pria yang mulai 'menyadari' dan menginvestasikan resource-nya (uang, waktu, dan emosional) dalam parenting/mengasuh anak (fatherhood) ternyata meningkatkan survival rate. Oleh karena itu, insting biologis pria kini tidak hanya sekedar sebagai "penyebar" benih. Akan tetapi, pria kini juga mau mulai fokus menginvestasikan waktu dan emosionalnya ke anak. Menjadi ayah yang baik..

Hal ini pun turut mempengaruhi insting wanita lagi. Si wanita kini tidak hanya sekedar melihat finansial si pria, tapi juga mulai melihat kualitas si pria, "dia bisa menjadi ayah yang baik ga ya? bisa menjadi kepala keluarga yang baik ga ya?"

***

Pornografi vs. Novel Romantis

Nah, ini juga bisa menjawab, mengapa pria lebih suka menonton film bokep (porn) dan kenapa wanita lebih suka membaca novel romantis?

Pria memiliki insting biologis primitif untuk lebih melihat penampilan fisik. Nah, film bokep (porn) sangat menyuguhkan itu.

Di sisi lain, wanita memiliki insting untuk mencari "sponsor" keluarga terbaik. Nah, novel romansa sangat menyuguhkan itu. Hal-hal romantis yang dilakukan pria (yang digambarkan di novel itu) adalah sinyal yang ditangkap wanita bahwa si pria mau (willing) untuk menginvestasikan resource-nya (finansial, waktu, dan emosional) dalam sebuah hubungan, bahkan untuk menjadi "sponsor" keluarga yang baik.

Pemahaman yang serupa juga dapat menjawab, mengapa pada social media (FB dan Twitter, dll) atau online dating site, pria cenderung lebih memperhatikan profile picture akun wanita sedangkan wanita lebih membaca isi profil si pria.

***

Sperma Favorit

Bahkan, insting biologis wanita ini tetap konsisten pada 'pasar' sperm bank.

Di US, contohnya, terdapat biro jodoh yang melibatkan mekanisme sperm bank. Para pria memberikan sampel sperma mereka untuk dianalisis menjadi profil mereka. Profil (hasil analisis sperma pria) akan disuguhkan ke klien. Klien biro jodoh ini adalah wanita yang sedang mencari pasangan. Dengan analisis sperma pria, kita dapat mengetahui primanya biologis si pria. Dari analisis sperma pria, dapat diketahui, histori atau penyakit bawaan, projeksi fisik si pria (bisa dianalisis lho, si pria dengan sperma ini, ganteng apa enggak), dan juga tentunya personality si pria.

Tahukah kamu? Sperma, eh pria yang paling "laku" atau jadi favorit klien wanita?
'Sperma favorit' adalah sperma dengan profil pria yang memiliki personality yang baik, the Nice Guy..

Para wanita ini yaa. Ga fisik, ga interaksi sosial, ga analisis sperma, teteup intuisinya menseleksi pria yang baik. Hehehe..

"Yah, masa harus submit sperma dulu fan biar para wanita tau saya bisa jadi ayah yang baik? Indikator nice guy lain yang bisa disinyalkan apa?"

Sinyal "ayah baik" lainnya adalah kepribadian yang ramah (baik), murah senyum, daaannn... supel pada anak kecil.

Baca lebih lanjut :
Ayah Seksi: Pesona Pria yang Supel pada Anak-anak
Pria-pria yang friendly sama anak kecil, dapat meningkatkan nilai seksinya di mata wanita (consciously or unconsciously), bahkan bagi wanita yang hanya mencari "fun" saja (tidak mencari hubungan yang serius).

Itu juga kenapa, wanita-wanita suka pada heboh melhiat pria seksi yang gendong anaknya di mall atau sambil membawa stroller anaknya. Nilai seksinya plus plus deh.

***

Sumber:
Menyusul!!
Hehehe. Histori sumber saya kehapus, jadi harus cari satu per satu lagi link nya. Akan saya update segera.

8 comments:

  1. Nice post.. keren!

    follow dulu biar up date :)

    ReplyDelete
  2. Bhaha syudah insting dari dulu ternyata cewe matre plus cowo cabul. Nice post :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehe iya. Human nature.

      Thank you. Spread if you like it sir ;)

      Delete
  3. Ini berlaku terutama untuk wanita perkotaan, menurut saya. dan satu lagi pria sholeh juga terlihat seksi mungkin yaa, karena sopan gitu. :))

    follow dulu biar update. hehe.
    ismailhidayat.com (visit back yaa)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hemmhh, ini insting yang primitif sekali. Justru lebih kentara pada masyarakat pedesaan dengan misalnya budaya perjodohan yang kental. Karena masyarakat pedesaan tidak memiliki bergelimpangan akses terhadap informasi yang dimiliki masyarakat perkotaan untuk mengembangkan perilaku 'melawan' atau 'memodifikasi' cetakan primitif mereka.

      Bisa. Pria sholeh dengan karakter yang 'alim' membuat dengan mudah dibaca wanita sebagai pria yang memenuhi kriteria ayah baik ;)

      Okay terima kasih ya :D

      Delete
  4. yang saya heran kadang cewek justru nyari cowok yang bertipe badboy. giliran disakitin, bilang semua cowok sama aja.

    giliran ada yang baik, malah ditolak.

    bukan menggeneralisir yaa, pengalaman itu :Yb :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe..

      Itu ada penjelasan behavioral nya juga.
      Kapan-kapan deh saya bahas ya ^^

      Delete