29 May, 2013

Kajian Gen dalam Menentukan Jenis Kelamin

5 comments

Pandangan awam di masyarakat kita:
Kebanyakan orang yang berjenis kelamin laki-laki, gendernya maskulin, dan orientasi seksualnya kepada orang perempuan. Yang tidak demikian, juga ada.

Kebanyakan orang yang berjenis kelamin perempuan, bergender feminin, berorientasi seksual kepada orang laki-laki. Yang tidak demikian pun juga ada.

Tapi bukan berarti orang yang tidak sama dengan orang kebanyakan, lantas identik dengan orang yang mengalami gangguan atau abnormal.

Jenis Kelamin, Gender, dan Orientasi Seksual itu secara biologi adalah konsep yang saling independen, masing-masing berdiri sendiri-sendiri, tapi sering dicampuradukkan!

Jenis Kelamin 
Fisik alat kelamin seorang individu. Kalo punya penis, ya laki-laki. Kalo punya vagina, ya perempuan. Kategori yang langsung disematkan dokter kandungan atau bidan atau dukun beranak ketika seorang bayi lahir ke dunia.

Gender 
Bagaimana seseorang memandang dirinya, feminin atau maskulin atau keduanya. Lebih lanjut, definisi gender adalah identitas diri seseorang. Kelamin perempuan, tapi bisa saja ia memandang dirinya sebagai seorang pria. Kelamin laki, punya penis, tapi bisa saja ia memandang dirinya sebagai seorang wanita, "aku salah tubuh.."

Orientasi Seksual
Pola ketertarikan seksual dan emosional seseorang terhadap suatu object. Object tersebut bisa berupa lawan jenis, sesama jenis, binatang, pohon, sampai meja..


Kali ini, saya akan membahas lebih dalam tentang konsep Jenis Kelamin dulu ya: konsep gen dalam menentukan jenis kelamin anak. Nanti saya akan lanjut dengan artikel mengenai Gender dan Orientasi Seksual.. :)

***

Kromosom X vs. Kromosom Y

Secara sederhana, diketahui jika orang berkromosom XX itu perempuan, sedangkan yang XY laki-laki. Padahal tidak selalu demikian. Orang berkromosom XY tidak selalu berjenis kelamin laki-laki, orang yang berkromosom XX juga tidak selalu berjenis kelamin perempuan. Memang jarang perempuan memiliki kromosom Y, meski tidak mustahil. Karena gen pembawa unsur maskulin kromosom Y bisa hilang/rusak pada orang tertentu.

Janin manusia sampai usia 8 minggu dalam kandungan semua berjenis kelamin perempuan. Kenapa ada yang berubah jadi laki-laki?

Perubahan kadar hormon-hormon tertentu lah yang merubah sebagian dari janin-janin perempuan itu jadi laki-laki. Terus apa yg membuat kadar hormon berubah?

Dan mutasi genetiklah yang memicu perubahan aktivitas hormon, berujung terjadinya diferensiasi menjadi laki-laki dari yang awalnya perempuan.

Tak banyak yang tahu bahwa munculnya jenis kelamin jantan/laki-laki adalah akibat hadirnya ‘si pengganggu’ kromosom Y, yang merubah stabilitas hormonal. Kebanyakan orang tahu kromosom X&Y merupakan penentu jenis kelamin. Tapi ada beberapa hal seputar kromosom ini yang belum diketahui kebanyakan orang.

Dari segi kemasannya, kromosom XY ini sangat berbeda dengan kromosom-kromosom manusia yg lain. Dulu timbul tanda tanya besar, sekarang sudah terjawab. XY ini ternyata bukan kromosom identik. Dibanding ukuran X, kromosom Y sangat kecil seolah merupakan tambahan dadakan karena tuntutan keadaan. Kromosom Y tidak sebanding dengan kromosom X. X lebih perkasa dalam segala hal, akibatnya pertempuran X-Y adalah perkelahian tak seimbang. Dan akhirnya, kromosom Y selalu harus bersembunyi sambil meninggalkan bagian-bagian yang tidak penting untuk fungsinya bila berhadapan dengan X.

Artinya, secara genetik, manusia perempuan jauh lebih perkasa dari manusia laki-laki dalam segala hal.

***

Pembentukan Jenis Kelamin


Bagaimana prosesnya bisa seperti itu? Berikut yang tertulis dalam kitab genom manusia.

Di masa lampau, leluhur kita beralih dari kebiasaan reptil yang menentukan jenis kelamin berdasarkan temperatur telur ke penentuan secara genetik. Alasan yang paling mungkin untuk peralihan itu adalah supaya tiap jenis kelamin manusia dapat mulai berlatih untuk tugas khususnya masing-masing dalam pembuahan.

Pada manusia, adanya gen penentu jenis kelamin menjadikan laki-laki, sedangkan ketidakhadiran gen itu ya tetep perempuan. Pada burung, kebalikannya.

Kehadiran gen ‘pengganggu’ itu dengan segera menarik ke dekatnya gen-gen lain yang bermanfaat bagi laki-laki, misalnya, gen untuk otot kekar. Pada perempuan, gen-gen, seperti gen otot kekar, tidak diperlukan karena hanya akan menguras energi. Lebih baik jika dicadangkan untuk pengasuhan anaknya. Gen-gen sekunder semacam itu mendekatkan diri yang cocok dengan jenis kelamin yang satu dan tidak cocok dengan jenis kelamin yang lain. Persaingan antar gen.

Nah, ‘gangguan’ yang ditimbulkan oleh gen dalam kromosom Y ini tidak selalu ektrem dan menghasilkan kelaki-lakian yang seragam. Hal ini karena tertariknya gen-gen sekunder kelaki-lakian tidak selalu sama. Akibatnya ada individu yang tidak ekstrem menjadi laki-laki. Hal ini juga bisa menjelaskan bahwa mengapa lebih banyak laki-laki yg kecewek-cewekan ketimbang sebaliknya. Ini bukan kelainan, tapi variasi normal.

Secara sederhana, laki-laki yang bersifat kecewek-cewekan bisa dibilang sebagai individu yang ingin ‘kembali’ ke jenis kelamin asalnya, yaitu perempuan ;D

***

Wanita Inferior?


Kalau memang secara genetik wanita lebih perkasa, mengapa dalam kehidupan masyarakat yang terjadi justru sebaliknya? Laki-laki jadi lebih superior?

Wanita dianggap inferior bukanlah karena alasan fisik atau genetik, tetapi lebih disebabkan alasan kultural kesejarahan. Mengapa demikian?

Perempuan dianggap inferior karena dulu rata-rata berusia lebih pendek dari laki-laki. Kenapa? Karena proses melahirkan beresiko kematian tinggi. Sekarang, saat resiko proses melahirkan tak ubahnya seperti mencet jerawat, terbukti wanita didesain untuk berusia lebih panjang ketimbang laki-laki. Contohnya: siklus hormonal perempuan usia subur mengurangi resiko jantung koroner. Setelah menopause, resiko wanita jadi sama dengan laki-laki.

***

Sumber:
saduran rangkuman kultwit dr. Ryu Hasan @ryuhasan (neurosurgeon) mengenai Jenis Kelamin (Sex), Gender, dan Orientasi Seksual. 
Sumber gambar: http://www.positionstoconceivebabyboy.com/2012/07/the-x-and-y-chromosomes-science-of.html

***

Kamu suka dengan artikel ini? Bantu share yuk ;)
Read More...

Keberagaman Seksualitas dan Gender di Indonesia

4 comments

Dengan bantuan medis, janin bisa ditentukan jenis kelamin biologisnya ketika mereka berumur 4-5 bulan. Dan ketika lahir, ada dua macam yang dikenal di hampir seluruh dunia: lelaki (dengan penis) dan perempuan (dengan vagina).  Pembagian ini kemudian disertai dengan tuntutan dan peran gender.

Namun, ada berapa pembagian gender di dunia ini?  Gender di Indonesia, secara umum, mungkin hanya 3 gender yang dikenal: perempuan, lelaki dan waria.  Namun, masyarakat Bugis mengenal 5 gender.  Berbeda lagi dengan di Muangthai, yang mengenal sekitar 10 gender.  Tuntutan kefemininan dan kemaskulinan dari semua gender-gender ini pun berbeda.

Lalu, mengapa di Indonesia banyak orang berkeras dan memaksakan dua seksualitas dan gender saja, lelaki dan perempuan, dengan keharusan-keharusan yang harus dipatuhi dan seringkali dipaksakan kepada manusia, dan terutama kepada perempuan?

Tuntutan gender biasanya disertai dengan orientasi seksual yang heteronormatif.  Artinya, lelaki biasanya harus maskulin dan menjalin hubungan dengan perempuan. Sedangkan, perempuan seringkali dituntut untuk menjadi feminin, jatuh cinta dan menikah dengan lelaki, mempunyai anak dan melayani suami.

Waria (sebagai gender ketiga) seringkali direndahkan dan disisihkan. Mereka diterima di dunia hiburan atau kecantikan, tapi di dunia lain (seperti politik dan pendidikan), mereka masih belum diterima.  Bahkan, baru-baru ini beberapa kelompok fundamentalis di Jawa dan Madura mulai mengharamkan potong rambut perempuan oleh waria.

“Pengaruh budaya Barat” biasanya ditempelkan pada pembangkangan gender yang terjadi.  Mereka yang melontarkan klaim ini mungkin lupa atau sengaja melupakan kenyataan bahwa di Indonesia, masyarakat Bugis mengenal calalai (perempuan maskulin) yang biasanya mempunyai pasangan perempuan lain dan calabai (lelaki feminin) yang biasanya berpasangan dengan lelaki. Bahkan, pendeta di kepercayaan tradisional mereka, bissu, juga merupakan kombinasi dari sifat keempat gender yang ada.

Dalam budaya adat di Nusantara, “kekacauan” dualisme gender ini dapat ditemui dalam seni tradisional seperti reyog di Ponorogo, di mana gemblakan yang biasanya gemulai berhubungan  dengan warok atau warokan.

Jawa Timur juga mengenal ludruk yang mempunyai tandak lelaki yang berdandan perempuan.  Ia biasanya menjadi primadona, dan bahkan digemari oleh beberapa lelaki lainnya.

Di Banyuwangi, juga ada tari gandrung yang pernah diperagakan oleh laki-laki berbaju perempuan, di mana beberapa lelaki yang menonton mereka ikut menari bahkan menciumi mereka sambil memberi uang.

Praktik hubungan seksual sejenis bahkan telah mempunyai istilah dalam bahasa Jawa di masa lampau, yaitu jinambu (pasif) dan anjambu (aktif).

Begitu juga pada kesenian indang di Sumatra Barat, para penarinya adalah remaja lelaki yang gemulai yang biasanya tidur bersama dengan manajer grup itu. Seringkali hubungan seksual sejenis terjadi antara manajer dan penari atau antarsesama penari.

Di Aceh, seni rateb sadati ditarikan oleh 15-20 lelaki dewasa dengan seorang bocah lelaki yang ayu.  Lelaki kecil ini didandani mirip perempuan.

Dewa-dewi di Nusantara (yang kebanyakan berasal dari India) juga tidak mengacu pada dualisme gender yang konsisten.  Salah satunya adalah Ardhanarishvara, yang merupakan persatuan antara Dewi Parwati dan Dewa Syiwa sehingga ia mempunyai dua tubuh (lelaki dan perempuan).  Patungnya masih bisa ditemukan antara lain di Bali dan di Museum Trowulan (Mojokerto).  Begitu juga Wisnu yang menjelma menjadi Dewi Mohini dan bersetubuh dengan Dewa Syiwa.      

Keberagaman gender di Nusantara ini sempat membuat orang Eropa yang menjelajah ke Asia Tenggara tercengang.  Mereka, yang pada umumnya menganut atau paling tidak dipengaruhi ajaran Kristen Puritan, menganggap praktik seksualitas di Asia Tenggara tidak bermoral.

Dalam Jurnal Gandrung Vol.1 No.2, keberagaman seksualitas dan gender manusia digali dan ditilik dari sejarah gender sehingga artikel-artikel dalam edisi ini akan membuat kita bertanya: Dengan begitu kayanya ragam manusia, dengan begitu tak terbatasnya kemungkinan-kemungkinan yang ada, apakah masih perlu segala definisi gender dan seksualitas ini?  Apalagi bila disertai bermacam paksaan supaya manusia menuruti kaidah yang amat sempit, yang memenjara dan memerkosa identitas kita.  Dan tuduhan “kebarat-baratan” itu,  masihkah bisa dibenarkan di depan kenyataan ini?

***

Dikutip dari Soe Tjen Marching: Editorial Jurnal Seksualitas Gandrung.
Link download untuk Jurnal Seksualitas Gandrung ini sepertinya sudah mati (mediafire)

***

Read More...

26 May, 2013

Puisi Gie ~ Mati Muda

Leave a Comment

Simply the best words I've ever read. Every words reflect my view well. Ultimate goal, ultimate feelings for a special one..

***

Ada orang yang menghabiskan waktunya berziarah ke Mekah
Ada orang yang menghabiskan waktunya berjudi di Miraza

Tapi aku ingin habiskan waktuku di sisimu sayangku
Bicara tentang anjing-anjing kita yang nakal dan lucu
Atau tentang bunga-bunga yang manis di lembah Mandalawangi

Ada serdadu-serdadu Amerika yang mati kena bom di Danang
Ada bayi-bayi yang mati lapar di Biafra

Tapi aku ingin mati di sisimu manisku
Setelah kita bosan hidup dan bertanya-tanya
Tentang tujuan hidup yang tak satu setan pun tahu

Mari, sini sayangku..

Kalian yang pernah mesra, yang pernah baik dan simpati padaku
Tegakklah ke langit atau awan mendung
Kita tak pernah menanamkan apa-apa
Kita takkan pernah kehilangan apa-apa

Nasib terbaik adalah tidak pernah dilahirkan
Yang kedua dilahirkan tapi mati muda
Dan yang tersial adalah berumur tua

Berbahagialah mereka yang mati muda
Makhluk kecil kembalilah dari tiada ke tiada
Berbahagialah dalam ketiadaanmu

~ puisi terakhir Soe Hok Gie

puisi terakhir soe hok gie

***

Read More...

05 May, 2013

Kurikulum 2013: Kurikulum Jaka Sembung Bawa Golok

Leave a Comment
Beberapa waktu terakhir saya lagi sering nge-blog tentang pendidikan. Artikel kali ini pelengkap saja, mengenai Kurikulum 2013 untuk negara Indonesia ini :D

Baca lebih lanjut: 

Kalo saya melihat Kurikulum 2013 ini, kurikulum jaka sembung bawa golok, ga nyambung!! LOL. 

Itu mau belajar Kimia apa PKN. Wkwkwk.
Trus, saya baru tau kalo akuntansi Buddha dengan Hindu itu beda. *ngikik*

kurikulum 2013 kimia


kurikulum 2013 akuntansi




***

Berikut link berita penjelasan M. Nuh, selaku Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia. Sila dibaca dahulu. Ini Penjelasan M. Nuh Tentang Kurikulum 2013

Nah, untuk pembahasan lebih lanjutnya, saya akan mengutip ulasan oleh salah satu rekan saya berikut ini. 

Ini agak lucu sih, pak menteri ini bilang bahwa dia dapat inspirasi pas umroh untuk mengonsepkan pendidikan yang mengutamakan Tazkiyah (attitude), Tilawah (pengetahuan) dan Ta'alim (keterampilan). 

Kenapa lucu? 

Karena gw dan orang2 lain yang pernah baca2 soal konsep pendidikan pun gak perlu umroh pun tahu bahwa ketiga hal tersebut adalah parameter dasar penilaian kesuksesan sebuah pendidikan (bahkan ada di wiki: http://en.wikipedia.org/wiki/General_Education_Outcomes) , biasa disingkat dengan akronim ASK (Attitude, Skill, Knowledge), saya gak ngerti kenapa pak menteri ini butuh wahyu tuhan pas umroh buat tahu hal seumum ini, entah dia emang gak tau banyak soal pendidikan atau cerita inspirasi pas umroh ini dibuat - buat saja biar dramatis, lol 

Oke lanjut, masalah disini adalah ASK bukanlah sebuah konsep dari pendidikan, melainkan tujuan dari pendidikan, sukses tidaknya sebuah proses pendidikan dilihat dari kualitas ASK dari lulusannya, perkara bagaimana mencapai peningkatan itu sendiri sudah berbeda ceritanya, jadi ketika pak menteri ini ditanya soal konsep pendidikan dan dia jawab begini, itu kayak nanya begini ke pelatih bola: 

"pak, apa strategi bapak yang akan digunakan untuk memenangkan pertandingan berikutnya?" 

"ah, tadi malam ketika saya mau tidur, saya terbersit sebuah konsep yaitu mencetak gol lebih banyak dari yang bisa dicetak lawan saya, maka itulah strategi saya" 

So, kalau jawabannya aja udah kayak gitu menurut gw sih kemungkinannya udah jelas, yaitu ada latar belakang lain di balik kurikulum 2013 yang gak bisa di-expose sama si pak menteri ini, perkara gak bisa di-exposenya kenapa ya gw gak tau juga, bisa jadi karena dia gak tau apa dasar pemikirannya (yang bikin orang lain), bisa jadi ada maksud tersembunyi dari penyusunan kurikulum, bisa juga dia tau dasarnya sangat lemah, daripada di-bully mending bikin cerita dramatis dengan jawaban seadanya aja deh 

via Rizky Andriawan

***

Sumber:
http://fisikawanpesisir.blogspot.com/2013/04/kurikulum-2013-untuk-fisika.html
2 images I got from Twitter world, and sorry I forget from which twitter account :/

***

Read More...

09 April, 2013

Aktivasi Otak Kanan Hanya Mitos!

1 comment
mitos otak kanan otak kiri

Selama lebih dari 30 tahun belakangan, dikotomi “otak kanan - otak kiri” telah menjadi bagian dari budaya pop masyarakat. Berkembang luas  pemahaman bahwa kedua belahan (hemisphere) otak memfasilitasi proses berpikir yang berbeda, kepribadian yang berbeda. Ide ini simply berasal dari misintepretasi penelitian sains valid.

Dominan Otak Kiri
Dominan otak kiri (left-brainer) itu berarti orangnya rasional, linear, logis, analitis, dan jago dalam bidang bahasa. Makanya individu left-brainer katanya cocok bergelut di bidang matematika, engineering, dan natural science (ilmu alam).

Dominan Otak Kanan
Dominan otak kanan (right-brainer) itu berarti orangnya spasial, intuitif, kreatif, dan penuh seni. Makanya individu right-brainer katanya cocok bergelut di bidang industri kreatif atau jadi seniman.

Pemahaman ini luas digembar-gemborkan dalam workshop pengajaran, menjadi highlight di artikel berita dan buku-buku bestseller. Banyak juga kuis online untuk mengetahui belahan otak yang dominan pada seseorang, dilengkapi dengan deskripsi detil tentang diri seseorang dan bagaimana ia berinteraksi dengan dunianya.

Dikotomi otak kanan - otak kiri adalah sebuah metafora klise dan bastardization of the science. Tapi tetep orang-orang terlalu senang menerima ide ini untuk melakukan generalisasi perilaku di lingkungan sekolah, kerja, dan kehidupan.

***

Asal Mula Mitos Teori Otak Kanan - Otak Kiri


"Teori" otak kanan - otak kiri berawal dari penelitian yang dilakukan oleh Roger Sperry dan Mike Gazzaniga di tahun 1960an. Kedua peneliti ini melakukan studi pada pasien epilepsi yang telah melalui operasi untuk memutus koneksi antara 2 bagian otak (split brain experiments).

Diketahui bahwa ketika kedua bagian otak tidak dapat berkomunikasi, tiap hemisphere tidak menyadari keberadaan hemisphere lainnya, bahkan memberikan respon yang berbeda untuk suatu stimulus.

Riset ini merupakan eksperimen klasik, dibahas di setiap perkuliahan S1 Psikologi. Sperry dan Gazzaniga memang menunjukkan efek menarik tentang pemrosesan bahasa dan gambar di bawah kondisi eksperiman yang ketat.

Tapi riset tersebut TIDAK PERNAH SAMA SEKALI menyatakan bahwa kemampuan (matematika atau bahasa) hingga gaya belajar kita terbatas pada satu bagian otak saja.

Menjadikan hasil eksperimen ini sebagai referensi untuk gaya belajar manusia secara umum itu ngaco.. Soalnya, Split-brain experiments melibatkan pasien yang mengalami kerusakan otak (epilepsi) dan koneksi kedua bagian otak diputus secara manual! 

Tidak ada bukti saintifik langsung yang mendukung gagasan bahwa gaya berpikir yang berbeda dihasilkan oleh bagian otak tertentu. Riset-riset neurosains terkini malah menunjukkan hal yang bertentangan dengan ide “otak kiri-otak kanan”. Kedua bagian otak faktanya sangat komplemen satu sama lain.

  1. Untuk pemrosesan bahasa.. Kini diketahui kedua bagian otak ikut berperan: otak kiri memproses grammar (tata bahasa) dan pronunciation (pelafalan) sedangkan otak kanan memproses intonasi. 
  2. Otak kanan tidak bekerja sendiri untuk memfasilitasi kemampuan spasial: otak kanan memproses general sense of space, otak kiri memproses objek di lokasi tertentu. 
  3. Studi menemukan 14 area otak yang berperan untuk mempelajari sebuah urutan. “Sequential thought” (pemikiran sekuensial) yang katanya merupakan fungsi otak kiri, ternyata ditemukan diproses di 5 area otak kiri, 5 area otak kanan, 4 area di bilateral otak. 

Ya, memang ada asimetri fungsi pada bagian-bagian otak. Tapi, kemampuan individu tidak terikat pada sebuah area, tapi produk dari jaringan sel otak yang terdistribusi. Sirkuit-sirkuit ini dibentuk melalui campuran biologi dan pengalaman/memori yang unik.

Mencoba menjelaskan sesuatu se-kompleks gaya belajar dengan hanya meng-highlight satu bagian otak saja adalah penyederhanaan yang berlebihan, keliru tafsir (misintepretasi), dan sangat meragukan.

Okelah fan, ya teori otak kanan - otak kiri ini mungkin tidak akurat. Tapi apakah gagasan ini berbahaya?

***

'Teori' Otak Kanan - Otak Kiri Berbahaya?


Gagasan ini berbahaya ketika banyak pihak menganggapnya secara serius, and it’s happening!

Berdasarkan "teori" otak kanan - otak kiri (hemisphericity), berkembang sebuah ide bahwa proses belajar dan berpikir dapat ditingkatkan ketika kedua bagian otak dapat terlibat secara seimbang. Lahirlah program pengajaran dan pendidikan untuk memperkuat bagian otak yang kurang dominan dan mensinkronisasi kedua bagian otak.

Karena diasumsikan sekolah bakal lebih menyenangi cara belajar dan berpikir otak kiri (seperti analisis, logika, dan akurasi), banyak teknik pengajaran dikembangkan untuk melibatkan lebih banyak aktivitas untuk memaksimalkan otak kanan.

Contoh, metode “show and tell”: daripada hanya membaca teks (dominasi otak kiri), guru juga memperlihatkan gambar dan grafik untuk mengaktifkan otak kanan. Metode lain misalnya penggunaan musik, metafora, role play, meditasi, menggambar, dll, untuk mencapai sinkronisasi kedua bagian otak. Atau metode-metode lain untuk mengasah otak kanan.

Banyak pihak yang mengatakan bahwa kurikulum sekolah saat ini lebih heavy ke pembelajaran menggunakan otak kiri. Jadi mereka demand sekolah untuk lebih banyak melibatkan pembelajaran yang mengasah otak kanan.

Kalo di luar tuh, ada ahli pendidikan seperti E.P. Torrace atau Madeline Hunter. Di Indonesia? Huwih, jadi penulis buku best seller ciin.. Bahkan ada lho ahli pendidikan dan sekolah di Indonesia yang mengusung konsep ini -__-"

Meskipun metode-metode tersebut dapat menambah variasi dalam dunia pendidikan, tapi metode ini didasarkan pada fondasi yang lemah.

Generalisasi kemampuan dan gaya belajar individu hanya berdasar 2 bagian otak merupakan penyederhanaan yang berlebihan, complete nonsense. Dan telah saya bahas, tidak ada bukti saintifik langsung yang menyokong ide ini. Malah, hasil temuan neurosains terkini mengungkap hal yang sebaliknya.

Tapi teteup aja ya, masih banyak meluncur buku, materi pendidikan dan pelatihan otak kanan, berbasis mitos ini. Tiap tahun kayaknya ada aja yang baru. Masih banyak juga pengajar, motivator, konselor, bahkan akademisi yang mengusung ide ini dalam profesinya. Ga tau apa mau tipu-tipu, kurang baca, atau simply stupid..

***

Kenapa Mitos tentang Otak Kanan - Otak Kiri akan Tetap Eksis?


Dr. Mike Gazzaniga (ya ilmuwan yang memprakarsai split-brain experiment itu sendiri) menulis buku Social Brain puluhan tahun setelah ia melakukan eksperimen hebatnya.

Pada salah satu bab, "Left-Brain, Right-Brain. Mania: A Debunking", ia sendiri membantah konsep psikologi populer tersebut dan menyampaikan keheranannya, kok bisa gitu eksperimen saintifik dia di-misintepretasi-kan seena'e dewe begitu.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa konsep ini berkembang karena dikotomi otak kanan - otak kiri itu simpel dan gampang dimengerti, packaging yang mudah dicerna masyarakat mengenai riset otak modern dan aplikasinya pada kehidupan sehari-hari.

Karena untuk menjelaskan yang 'sebenernya', cukup rumit (complicated). Banyak jargon sains yang harus dimengerti dan ngejelimet bagi masyarakat awam. Jadilah jurnalisme sains menggunakan simplifikasi tersebut, jadi bisa relate sampai level personal seseorang.

Sebanyak apapun temuan breakthrough di bidang neurosains akhir-akhir ini, kayaknya konsep tentang otak kanan - otak kiri ini masih tetap eksis ya. Susah untuk melawan belief system yang sudah terbangun selama berpuluh tahun.

Dikotomi ini memang menawarkan simplifikasi yang begitu 'menggoda'. Gampang kan diaplikasikan, "eh, lo left brainer atau right brainer", "kayaknya gw right brainer deh, cocoknya gw masuk jurusan ini deh kayaknya", bikin aplikasi untuk target market tertentu, bikin buku, bikin seminar, dll.

But yeah.. It's worth trying to fight the distorted belief system. As Gazzaniga concluded:

By the late 1960s and early 1970s the realization was spreading that the simple dichotomies of that time did little to advance knowledge about how cognitive systems work. Neuropsychology was at risk.Isolating mental systems or claiming that isolated mental systems process information differently does not really illuminate the nature of cognition.


***


***

Artikel ini berguna menurut kamu? Bantu share ya :)
Read More...

05 April, 2013

Indonesia HAMPIR Punya Astronot Wanita Pertama se-Asia

1 comment
Beberapa minggu yang lalu, saya ada ikut Diskusi Sains Menrva Foundation for Science and Reason tentang Human Space and Colonization. Saya jadi tau kalo Indonesia dulu HAMPIR punya astronot lho, wanita lagi!

Ibu Pratiwi Sudarmono dan Bapak Taufik Akbar

Ibu Pratiwi Sudarmono, seorang microbiologist dari Universitas Indonesia yang menjadi salah satu kru pesawat luar angkasa Columbia sekitar tahun 1986 untuk keperluan pengoperasian satelit Palapa B-3. Bersama astronot pelapisnya, Pak Taufik Akbar (engineer dari Telkom yang kini adalah Direktur SDM di Telkom), beliau dilatih di NASA, dan siap terbang menjadi astronot wanita pertama dari Asia!!

Apa mau dikata... Di tahun yang sama, terjadi kecelakaan pesawat Challenger. Challenger meledak setelah baru beberapa detik lepas landas, menewaskan 7 orang krunya. Padahal kontraktornya udah ingetin NASA tuh, kalo desain yang ada tidak aman. Tapi karena sudah dikejar jadwal, NASA tetap meluncurkan Challenger.

Karena kecelakaan ini, NASA membatalkan semua jadwal penerbangan pesawat luar angkasa lainnya, termasuk pesawat Columbia-nya bu Pratiwi.

Akhirnya bu Pratiwi balik ke Indonesia. Beberapa bulan kemudian, NASA mulai siap meluncurkan pesawat luar angkasa lagi. Eeeehhh.. yang ikut malah astronot wanita dari Jepang. Jadilah wanita Jepang itu astronot wanita pertama dari Asia. Pfftt..

Ya kecelakaan sejarah ciinn. Nyaris banget. Kalo enggak, Indonesia bakal punya astronot wanita pertama dari Asia. Jepang, Malaysia, China, India, Pakistan, Iran, lewaaatt..

Ibu Pratiwi Sudarmono sekarang masih aktif menjadi pembicara di beberapa seminar microbiology. Terakhir teman saya ada mengikuti seminar beliau di Universitas Pancasila. Beliau juga kadang dapat ditemui di lingkungan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

***
Suka dengan artikel ini, share yuk ^^
Read More...

30 March, 2013

Tes Sederhana untuk Prediksi Kematian Anda

7 comments
Mau tau ekspektansi hidup kamu? Cobalah tes simpel berikut ini.

Mulai dari posisi berdiri. Lalu, duduklah di lantai, lalu berdiri lagi dengan bantuan sesedikit mungkin. Eits, ga boleh pake tangan ya!

Gimanaa.. Susah? Gampang?

Menurut sebuah studi di European Journal of Preventive Cardiology, kemampuan kamu (atau ketidakmampuan) untuk melakukan tes ini dengan mudah dapat memprediksi berapa lama kamu akan hidup, angka harapan hidup seseorang.

Para peneliti meminta lebih dari 2000 orang berusia 51 hingga 80 tahun untuk melakukan “sitting-rising test” (Bahasa Indonesianya, tes duduk bangun, hahaha. Jelek sekali terjemahan saya). Peneliti kemudian memberi skor ke tiap orang dalam skala 0 – 10..

5 poin untuk kemampuan duduk dari posisi berdiri, 5 poin lagi untuk kemampuan berdiri dari posisi duduk tanpa bantuan apapun, seperti tangan, lengan, dan lutut. Tiap kali peserta menggunakan bantuan tadi, 1 poin dikurangi.

Lebih jelasnya, simak dulu video di bawah ini tentang perhitungan skornya.



Penulis penelitian ini (Claudio Gil Soares de Araújo, Ph.D., profesor di Gama Filho University di Rio de Janeiro) menyampaikan bahwa ga usah khawatir soal seberapa cepat kamu bisa menyelesaikan tes ini. Yang harus difokuskan adalah bagaimana menyelesaikan tes ini dengan bantuan sesedikit mungkin.

Saya sendiri udah coba. Pas dari posisi berdiri ke duduk, no support at all, yeay skor saya 5. Pas dari duduk ke berdiri, saya menggunakan bantuan tangan sekali, skor 4 ^^

***

Apakah arti dari skor ini?

6,3 tahun kemudian, 159 orang peserta penelitian ini meninggal, mayoritas adalah yang paling kesulitan melakukan tes ini. Bahkan, timnya pak Araújo ini menemukan bahwa jika seseorang memperoleh skor 0 – 3, orang ini akan memiliki 5 hingga 6 kali risiko kematian lebih tinggi daripada orang-orang yang meraih skor 8 – 10.

Wah, cukup surprised juga ya gimana tes sesederhana ini bisa memprediksi lama harapan hidup seseorang. Kok bisa?

Jadi, bagaimana kemampuan untuk bergerak dari berdiri ke duduk berkorelasi dengan umur seseorang? Ini semua karena kebugaran sistem otot dan kerangka tubuh (fleksibilitas, keseimbangan, kekuatan otot, dan koordinasi tubuh) merupakan indikator penting kesehatan secara keseluruhan, dan memiliki pengaruh positif pada harapan hidup.

Skor tinggi pada tes ini bisa mencerminkan kapasitas kita untuk berhasil melakukan berbagai aktivitas sehari-hari, seperti membungkuk untuk mengambil koran atau kacamata yang jatuh ke bawah tempat tidur atau meja. Dan tentunya, ketidakmampuan untuk duduk dan bangkit dari lantai mencerminkan survival rate yang rendah, terlepas dari usia, jenis kelamin, dan berat seseorang.

Bahkan pak Araujo bilang begini, "Orang-orang cenderung fokus pada latihan atau olahraga yang bersifat aerobik atau kardio. Penting sih, tapi seharusnya tidak menjadi prioritas satu-satunya dalam berolahraga," kata Araujo.

Kalo kamu lihat kenapa umur peserta yang ikut penelitian ini adalah kelompok lansia, sepertinya supaya lebih cepat keliatan kali hasil tesnya. Dibandingkan dengan mengikutsertakan orang usia 20 – 30, lama nunggu hasil tesnya. Hehehe. Dan tim peneliti studi ini menggunakan analisis yang disesuaikan untuk meminimalkan error karena variabel berat dan usia.

***

Tenang, tenaang..

Jika kamu tidak meraih skor tinggi, jangan panik.. Bukan berarti kamu akan wafat dalam waktu dekat :p

Tapi jadikanlah ini sebagai reminder buat kamu untuk lebih melatih lagi fleksibilitas tubuh. Fleksibilitas tubuh dapat dilatih dengan latihan/olahraga otot. Nih, intip gerakan yang melatih fleksibilitas otot yang gampang kok, dan bisa dilakukan dalam 3 menit: 3-minute flexibility plan. Atau olahraga yang lagi ngetren sekarang, yoga, pilates, dll.

***

Sumber:
http://news.menshealth.com/test-predict-your-death/2012/12/17/?utm_medium=referral&utm_source=pulsenews
http://cpr.sagepub.com/content/early/2012/12/10/2047487312471759.full.pdf+html
http://www.visualphotos.com/photo/2x4014321/man_sitting_cross-legged_on_floor_FAN2037830.jpg



Read More...