Showing posts with label Health. Show all posts
Showing posts with label Health. Show all posts

25 July, 2013

Pengobatan Alternatif vs. Konvensional di Indonesia

3 comments

Pengobatan Alternatif
Jika berhasil: dipuji-puji hebat, digembar-gemborkan
Jika gagal     : "ya namanya juga alternatif". Masyarakat lebih permisif atau bahkan ada yang malu mengakui bahwa telah menjalani pengobatan alternatif

Pengobatan Konvensional (Dokter Profesional)
Jika berhasil: "ya itu kan emang tugas dokter"
Jika gagal     : "wah, kasus malpraktik ini!"

Inilah realita masyarakat Indonesia. Terlalu banyak gap of knowledge di luar sana, dan jangan lupa, kemalasan berpikir. Ditambah budaya masyarakat yang menyenangi dongeng dan hal-hal berbau mistis, supranatural, dan magis.

Apakah misalnya di negara maju seperti Amerika Serikat tidak terjadi hal demikian?
Ya ada saja pengobatan alternatif beredar di tengah masyarakat Barat. Tapi karena pemikiran dan ilmu pengetahuan mereka harus diakui sudah lebih maju, mereka lebih menghargai 'jasa' pengobatan konvensional oleh dokter atau praktisi kesehatan profesional.

Kalo di Indonesia? Yaa gitu dehh..


Tulisan ini ditujukan bukan untuk membenarkan/menyalahkan salah satu jenis pengobatan di atas. Tapi untuk memperlihatkan ketidakadilan dan bias konfirmasi di tengah masyarakat kita yang pada akhirnya menghalangi akses masyarakat itu sendiri untuk mendapatkan perawatan yang layak/seharusnya.

Pernahkah kamu mengalami dilema seperti di atas yang kamu rasakan benar jadi menghambat diri kamu atau kerabat terdekat mendapatkan pengobatan yang layak? Bagi ceritamu di bagian komen ya.. Dan jika kamu setuju dengan tulisan sentilan ini, spread the words ;)

Gambar oleh Jessica SiscawatiQuote by dr. Ryu Hasan
Read More...

30 March, 2013

Tes Sederhana untuk Prediksi Kematian Anda

7 comments
Mau tau ekspektansi hidup kamu? Cobalah tes simpel berikut ini.

Mulai dari posisi berdiri. Lalu, duduklah di lantai, lalu berdiri lagi dengan bantuan sesedikit mungkin. Eits, ga boleh pake tangan ya!

Gimanaa.. Susah? Gampang?

Menurut sebuah studi di European Journal of Preventive Cardiology, kemampuan kamu (atau ketidakmampuan) untuk melakukan tes ini dengan mudah dapat memprediksi berapa lama kamu akan hidup, angka harapan hidup seseorang.

Para peneliti meminta lebih dari 2000 orang berusia 51 hingga 80 tahun untuk melakukan “sitting-rising test” (Bahasa Indonesianya, tes duduk bangun, hahaha. Jelek sekali terjemahan saya). Peneliti kemudian memberi skor ke tiap orang dalam skala 0 – 10..

5 poin untuk kemampuan duduk dari posisi berdiri, 5 poin lagi untuk kemampuan berdiri dari posisi duduk tanpa bantuan apapun, seperti tangan, lengan, dan lutut. Tiap kali peserta menggunakan bantuan tadi, 1 poin dikurangi.

Lebih jelasnya, simak dulu video di bawah ini tentang perhitungan skornya.



Penulis penelitian ini (Claudio Gil Soares de Araújo, Ph.D., profesor di Gama Filho University di Rio de Janeiro) menyampaikan bahwa ga usah khawatir soal seberapa cepat kamu bisa menyelesaikan tes ini. Yang harus difokuskan adalah bagaimana menyelesaikan tes ini dengan bantuan sesedikit mungkin.

Saya sendiri udah coba. Pas dari posisi berdiri ke duduk, no support at all, yeay skor saya 5. Pas dari duduk ke berdiri, saya menggunakan bantuan tangan sekali, skor 4 ^^

***

Apakah arti dari skor ini?

6,3 tahun kemudian, 159 orang peserta penelitian ini meninggal, mayoritas adalah yang paling kesulitan melakukan tes ini. Bahkan, timnya pak Araújo ini menemukan bahwa jika seseorang memperoleh skor 0 – 3, orang ini akan memiliki 5 hingga 6 kali risiko kematian lebih tinggi daripada orang-orang yang meraih skor 8 – 10.

Wah, cukup surprised juga ya gimana tes sesederhana ini bisa memprediksi lama harapan hidup seseorang. Kok bisa?

Jadi, bagaimana kemampuan untuk bergerak dari berdiri ke duduk berkorelasi dengan umur seseorang? Ini semua karena kebugaran sistem otot dan kerangka tubuh (fleksibilitas, keseimbangan, kekuatan otot, dan koordinasi tubuh) merupakan indikator penting kesehatan secara keseluruhan, dan memiliki pengaruh positif pada harapan hidup.

Skor tinggi pada tes ini bisa mencerminkan kapasitas kita untuk berhasil melakukan berbagai aktivitas sehari-hari, seperti membungkuk untuk mengambil koran atau kacamata yang jatuh ke bawah tempat tidur atau meja. Dan tentunya, ketidakmampuan untuk duduk dan bangkit dari lantai mencerminkan survival rate yang rendah, terlepas dari usia, jenis kelamin, dan berat seseorang.

Bahkan pak Araujo bilang begini, "Orang-orang cenderung fokus pada latihan atau olahraga yang bersifat aerobik atau kardio. Penting sih, tapi seharusnya tidak menjadi prioritas satu-satunya dalam berolahraga," kata Araujo.

Kalo kamu lihat kenapa umur peserta yang ikut penelitian ini adalah kelompok lansia, sepertinya supaya lebih cepat keliatan kali hasil tesnya. Dibandingkan dengan mengikutsertakan orang usia 20 – 30, lama nunggu hasil tesnya. Hehehe. Dan tim peneliti studi ini menggunakan analisis yang disesuaikan untuk meminimalkan error karena variabel berat dan usia.

***

Tenang, tenaang..

Jika kamu tidak meraih skor tinggi, jangan panik.. Bukan berarti kamu akan wafat dalam waktu dekat :p

Tapi jadikanlah ini sebagai reminder buat kamu untuk lebih melatih lagi fleksibilitas tubuh. Fleksibilitas tubuh dapat dilatih dengan latihan/olahraga otot. Nih, intip gerakan yang melatih fleksibilitas otot yang gampang kok, dan bisa dilakukan dalam 3 menit: 3-minute flexibility plan. Atau olahraga yang lagi ngetren sekarang, yoga, pilates, dll.

***

Sumber:
http://news.menshealth.com/test-predict-your-death/2012/12/17/?utm_medium=referral&utm_source=pulsenews
http://cpr.sagepub.com/content/early/2012/12/10/2047487312471759.full.pdf+html
http://www.visualphotos.com/photo/2x4014321/man_sitting_cross-legged_on_floor_FAN2037830.jpg



Read More...

14 February, 2013

Daftar Kandungan Merkuri pada Ikan

14 comments

Melengkapi tulisan saya sebelumnya,  Seafood dan Autisme: Makanan untuk Ibu Hamil, saya akan menyajikan daftar ikan yang aman dan tidak aman dimakan berdasarkan kandungan merkurinya, khususnya untuk ibu hamil atau wanita yang sedang mencoba untuk hamil.

***

Pencemaran Merkuri


Setengah dari emisil merkuri ke atmosfer Bumi berasal dari gunung berapi. Setengahnya lagi dari aktivitas manusia. Emisi merkuri yang disebabkan oleh manusia terbagi menjadi sebagai berikut.

  • Pabrik-pabrik yang membakar batu bara sebagai sumberenerginya. 
  • Produksi/tambang emas.
  • Produksi/tambang logam non-besi (aluminuim, tembaga, zinc, bauksit, dll)
  • Pembuangan limbah, termasuk limbah kota berbahaya, krematorium, dan pembakaran limbah lumpur.
  • Produksi semen
  • Produksi baja
  • Produksi merkuri, seperti pada pembuatan baterai

Siklus Merkuri (klik untuk memperbesar)

Merkuri juga terpapar ke lingkungan melalui pengolahan sampah atau limbah merkuri yang tidak baik. Produk-produk yang mengandung merkuri, antara lain spare part kendaraan, baterai, lampu neon, produk medis, termometer, dan termostat. Jika limbah barang-barang ini tidak dikelola dengan baik, merkuri yang dikandungnya akan semakin mudah mencemari tanah, atau perairan di lingkungan kita.

***

Merkuri pada Ikan


Ikan dikenal sebagai makanan yang mengandung nutrisi tinggi, seperti omega-3, vitamin B, dan protein. Sayangnya, ikan juga dapat mengandung kontaminan yang tidak sehat. Kandungan merkuri pada ikan mungkin yang harus menjadi perhatian utama.

Konsumsi ikan sejauh ini adalah sumber signifikan paparan merkuri pada manusia dan hewan. Merkuri dan metilmerkuri sudah dapat ditemukan pada air laut berkonsentrasi rendah. Namun, diserap oleh alga sebagai komponen piramida terbawah pada rantai makanan. Alga ini kemudian dimakan ikan kecil atau ikan pemakan tumbuhan. Ikan dapat dengan mudah menyerap metilmerkuri, tapi sangat lamban sekali mengekskresikannya. Akhirnya, terakumulasi di tubuh ikan. Ikan kecil kemudian dimakan lagi oleh ikan besar. Begitu seterusnya. Tidak heran, kandungan merkuri tertinggi terdapat pada ikan predator besar yang memangsa ikan-ikan kecil dan memiliki siklus hidup yang lama sekali, hingga ratusan tahun. Akumulasi merkuri di tubuh ikan-ikan jenis ini (todak dan hiu) menjadi tinggi sekali. 

***

Pedoman Konsumsi Ikan Sesuai Level Merkuri


Merkuri dapat mempengaruhi perkembangan otak dan sistem saraf. FDA (U.S. Food and Drugs Administration / Lembaga Pengawas Makanan dan Obat A.S.) telah merilis pedoman untuk anak-anak, wanita hamil dan wanita yang sedang mencoba untuk hamil dalam mengkonsumsi ikan. Pedoman ini menyatakan bahwa tidak lebih dari  350gram ikan bermerkuri rendah yang sebaiknya dikonsumsi dalam 1 minggu. Ikan dengan kadar merkuri "Tertinggi" harus dihindari. Konsumsi ikan dengan kadar merkuri "Tinggi" harus dibatasi hingga 500gram dalam sebulan.

Apa arti pedoman ini bagi wanita hamil yang masih ingin mendapatkan nutrisi dari seafood? Moderasi! Informasi terkini yang dirilis pada  American Journal of Preventive Medicine menyatakan bahwa kita tidak harus berhenti mengkonsumsi seafood. Ikan mengandung banyak sekali nutrisi berharga yang penting untuk pertumbuhan dan perkembangan, khususnya untuk ibu hamil dan bayi.

Terdapat 4 jenis ikan yang harus dihindari karena kadungan merkurinya. 4 ikan ini adalah hiu, mackerel raja, ikan todak, dan tilefish. Tilefish sepertinya kurang populer di Indonesia. Pada dasarnya, hindari ikan besar predator yang memangsa ikan yang lebih kecil darinya. Ikan pemakan tumbuh-tumbuhan umumnya aman untuk dikonsumsi.

Natural Resources Defense Council (NRDC / Dewan Pertahanan Sumber Daya Alam A.S.) telah merilis informasi mengenai jenis ikan dan kandungan merkurinya sehingga masyarakat dapat lebih tahu tentang apa yang mereka konsumsi. Jika kamu ingin mendapat informasi lebih rinci tentang kandungan merkuri dan berapa banyak konsumsi personal kamu, kamu juga dapat menggunakan termometer merkuri untuk melihat kalkulasinya.

Saya iseng coba. Karena dalam minggu ini saya hanya mengkonsumsi teri dan cumi dalam porsi kecil, jadi 'asupan' merkuri saya masih aman ^^
Kamu bisa coba. Tinggal input berat badan kamu dalam lbs (1kg = 2,2 lbs), ikan yang dikonsumsi dalam 1 minggu terakhir, jumlah porsi, dan ukuran porsinya (kecil, sedang, besar) dikira-kira aja.



Daftar ikan yang saya tulis di sini sudah saya sesuaikan menjadi ikan-ikan yang populer ditemukan di perairan atau dikonsumsi atau dikenal di Indonesia saja.

Baca lebih lanjut: Tanda-tanda Ikan Segar dan Bermekuri

Ikan Bermerkuri Tertinggi


HINDARI Konsumsi

Ikan Bermerkuri Tinggi


Konsumsi tidak lebih dari 3 kali 175gram per porsi dalam sebulan

Ikan Bermerkuri yang Lebih Rendah


Konsumsi tidak lebih dari 6 kali 175gram per porsi dalam sebulan
  • Ikan Mas
  • Gurami
  • Lobster
  • Pari
  • Kakap
  • Trout Laut
  • Tuna kalengan, potongan ramping
  • Cakalang (Skipjack Tuna)

Ikan Bermerkuri Terendah


Santap 2 kali 175gram per porsi dalam seminggu
  • Teri
  • Ikan asin
  • Bawal
  • Lele
  • Patin
  • Kerang
  • Kepiting
  • Udang Karang
  • Ikan Seluang 
  • Tiram
  • Salmon
  • Sarden
  • Scallops
  • Udang
  • Cumi (Kalamari)
  • Nila
  • Mujair
  • Ikan Herring
  • Chub Mackerel
  • Ikan Belanak
  • Trout air tawar
  • Ikan Putih


***

Sumber
http://americanpregnancy.org/pregnancyhealth/fishmercury.htm
http://www.globalmercuryproject.org/countries/indonesia/docs/Indonesia%20FINAL%20report.pdf
http://en.wikipedia.org/wiki/Mercury_%28element%29
http://en.wikipedia.org/wiki/Mercury_in_fish

***

Jika kamu merasa tulisan ini berguna, bantu share ya..
Read More...

12 February, 2013

Seafood & Autisme: Makanan untuk Ibu Hamil

6 comments

Beberapa waktu yang lalu, saya menemani seorang teman yang sedang hamil muda ke dokter kandungan. Di sela pembicaraan dengan dokter, sang dokter memberikan nasihat berupa makanan-makanan yang pantang dimakan untuk ibu hamil. Salah satu makanan tersebut adalah seafood!

Si dokter memberikan pantangan makan seafood karena berdasarkan tuturan beliau, seafood sekarang banyak mengandung besi, bisa menyebabkan autisme pada anak yang dikandung. "Makanya, banyak anak autis sekarang, karena ibu-ibunya gemar makan seafood."

Apa yang dianjurkan oleh dokter ini ternyata  berlawanan dengan pengetahuan teman saya sebelumnya. Oleh keluarganya, teman saya ini malah disuruh banyak-banyak makan seafood karena bergizi tinggi. "Kalo untuk sumber nutrisi, banyak lah sumber gizi dan nutrisi lain selain seafood", tanggapan si dokter.

Seperti biasa, it makes me wondering. Is it true?  

Benarkah konsumsi seafood berkorelasi dengan risiko autisme pada anak yang sedang dikandung? Bagaimana pola makanan ibu hamil seharusnya, khususnya terkait seafood?

***

Temuan  mengenai Level Merkuri pada Seafood


Akhirnya, saya mencoba mencari-cari. ^^

Berdasarkan artikel ini, 84% dari sampel ikan yang diambil dari perairan seluruh dunia mengandung kadar merkuri yang tidak aman, menurut sebuah studi baru dari Institut Penelitian Biodiversitas dan Jaringan Eliminasi Polutan Organik Persisten Internasional (Internasional Biodiversity Research Institute and the International Persistent Organic Pollutants Elimination Network). Berdasarkan temuan ini, tidak aman untuk mengkonsumsi ikan dengan level merkuri setinggi itu lebih dari satu kali sebulan. 

Tidak hanya itu, peneliti juga mengambil sampel rambut dari 152 orang dari seluruh dunia. Mereka menemukan bahwa lebih dari 82% sampel rambut tersebut mengandung merkuri dengan level yang lebih tinggi dari yang direkomendasikan oleh Lembaga Perlindungan Lingkungan A.S. (U.S. Environmental Protection Agency/EPA). Artinya, masyarakat kini terpapar merkuri dengan level yang jauh dari baik.

***

Bahaya Merkuri bagi Ibu Hamil


Seafood dapat menjadi sumber protein dan zat besi, nutrisi penting untuk perkembangan dan pertumbuhan bayi. Selain itu, omega-3 di banyak ikan dapat menunjang perkembangan otak bayi.
  
Akan tetapi, beberapa jenis seafood (khususnya ikan predator besar, seperti hiu, todak, dan makerel raja) mengandung level merkuri yang tinggi. Jika kamu secara reguler makan ikan dengan level merkuri tinggi, zat tersebut akan terakumulasi di aliran darah dari waktu ke waktu.

Hal ini dapat mempengaruhi sistem saraf dan otak, dan secara khusus berbahaya bagi anak-anak dan ibu hamil, menurut  Lisa Moskovitz, ahli gizi dari Manhattan. “Merkuri bertindak seperti neurotoxin yang bahkan pada dosis rendah pun dapat mengganggu perkembangan bayi dan fungsi kognitif. Pada kasus tertentu, efek merkuri bisa menyebabkan keterbelakangan mental, kelumpuhan otak, dan kehilangan penglihatan dan pendengaran," ujarnya. "Pada orang dewasa tidak hamil, merkuri mempengaruhi fertilitas, tekanan darah, ingatan, dan penglihatan."

***

Bijak Mengkonsumsi Seafood


Cukup nyeremin emang. Tapi.. tidak berarti kamu harus menghentikan konsumsi ikan juga. "Karena ikan merupakan salah satu sumber nutrisi ibu hamil yang penting, hal ini lebih ke pandai-pandai memilah konsumsi makanan kita daripada menghindari makan ikan sama sekali," ujar David Evers, PhD, ilmuwan kepala di Institut Penelitian Biodiversitas yang memiliki spesialisasi pada penelitian ecotoxicology.

Dikutip dari situs EPA, berikut adalah pedoman untuk mengurangi paparan merkuri pada ikan.

  • Hindari konsumsi ikan predator besar: ikan hiu, ikan todak, mackerel raja, karena mengandung kadar merkuri yang tinggi.
  • Batasilah konsumsi ikan dan kerang yang rendah merkuri hingga 12 ons (2x makan besar) dalam seminggu
  • 5 ikan umum yang rendah merkuri: udang, tuna kalengan (bukan tuna albacore/tuna besar yang merkurinya lebih tinggi), salmon, dan lele (atau ikan berkumis lainnya, seperti patin).    
  • Carilah informasi mengenai keamanan ikan yang dijual di pasar atau supermarket dekat rumah Anda, entah dari teman, kerabat, atau kenalan nelayan atau penjual ikan. Jika tidak ada informasi tersedia, batasi konsumsi ikan hingga 6 ons (1x makan besar) dalam seminggu 

A big no untuk ikan hiu, todak, dan mackerel raja

Say yes to udang, tuna kalengan, lele, salmon, dan patin


Lebih lengkap, sila baca Level Merkuri pada Ikan
Baca lebih lanjut: Wisata Kuliner with Pindang Patin

***

Anjuran Si Dokter


Jadi, apakah pernyataan dokter tadi benar? Ga juga..

1. Besi atau Merkuri?
Si dokter mengatakan mengenai kandungan 'besi'. Ya, mungkin 'besi' yang dimaksudkan si dokter itu merkuri kali ya. 

2. Berhenti makan seafood?
Tidak serta-merta kita harus menghentikan konsumsi seafood, khususnya ibu hamil. Lebih ke membatasi dan mengatur dengan lebih pintar ikan atau seafood yang dikonsumsi.

3. Seafood berkorelasi dengan autisme?
Pada artikel-artikel yang saya temukan, memang banyak disebutkan bahwa paparan merkuri level tinggi dapat mempengaruhi perkembangan sistem saraf dan otak pada janin. Namun, tidak ada satu pun yang secara eksplisit menyebutkan tentang autisme. Ketika saya coba cari dan tanya-tanya ke dokter kenalan saya mengenai penyebab autisme, korelasi antara merkuri dan autisme masih sebatas klaim. Belum ada bukti yang reliable. Hal ini masih menjadi topik penelitian yang ekstensif, kalangan ilmuwan masih terbagi menjadi 2 kubu mengenai hal ini.

***

Kesimpulan


Walaupun merkuri dapat mengganggu perkembangan otak bayi, konsumsi seafood rendah merkuri dengan jumlah normal selama kehamilan belum terbukti menyebabkan masalah. Selain itu, omega-3 pada berbagai macam ikan (khususnya salmon dan tuna) dapat menunjang perkembangan kognitif yang sehat. Selama kamu tidak mengkonsumsi ikan yang kamu ketahui mengandung merkuri tinggi atau terkontaminasi oleh polutan, ikan dapat menjadi bagian dari pola makan sehat kamu selama kehamilan.

***

Referensi:

***

Jika kamu merasa tulisan ini berguna, bantu share ya..
Read More...

02 February, 2013

Apakah Morning Sickness Melindungi Janin?

3 comments

Oke, sebelum saya bercerita, morning sickness adalah mual-mual yang dialami oleh ibu hamil (bumil) di pagi hari ya. Saya tidak dapat menemukan istilah sepadan yang enak di Bahasa Indonesia. Jadi, saya akan tetap menggunakan istilah morning sickness ini :)

***

Jika kamu sering mengalami morning sickness (mual dan muntah yang dialami oleh banyak perempuan selama trimester pertama kehamilan mereka) sulit untuk membayangkan penyebab kondisi ini terjadi kalau bukan karena kesalahan evolusi.

Morning sickness itu ternyata udah ada dari zaman nenek moyang kita dulu, zaman manusia purba. Selama minggu-minggu awal kehamilan, nenek moyang kita tentunya tidak berhenti bekerja juga, seperti sebagian wanita modern saat ini. Mereka masih harus melakukan perjalanan jauh (dulu masih nomaden) dan menghindari predator. Mereka harus mengurus anak-anak mereka dan mengumpulkan makanan bergizi.

Ya, baik bagi nenek moyang atau bagi wanita modern, morning sickness pada bumil tetaplah menghambat untuk beraktivitas. Di sisi lain, coba bayangkan, wanita yang tidak mengalami (atau setidaknya jarang) morning sickness akan mampu mengumpulkan lebih banyak makanan, punya waktu lebih untuk memperhatikan anak-anak mereka, dan lebih waspada terhadap bahaya di sekitar mereka.

Enak banget ya kalo jadi bumil yang jarang mengalami morning sickness?? Bisa efektif berkegiatan. Menguntungkan, bukan?

Sekarang, saya akan mengajak kamu berimajinasi sedikit mengenai konsep evolusi :)

Jika seorang wanita memiliki gen yang akan membuatnya sedikit mengalami morning sickness selama kehamilan, secara prinsip evolusi, gen itu akan diteruskan ke keturunannya. Kenapa? Karena kan tadi kita berasumsi betapa menguntungkannya kalo bumil yang jarang mengalami morning sickness. Ingat mekanisme evolusi: survival of the fittest! Kita akan mempertahankan fitur-fitur yang menguntungkan bagi kita, yang membuat kita mampu survive. Nah, jika terdapat gen yang membuat bumil berkecenderungan sedikit mengalami morning sickness, gen ini akan dipertahankan, dan diturunkan ke keturunannya. Karena asumsi kita tadi, gen ini adalah fitur yang menguntungkan. Seiring berjalannya waktu, ratusan tahun, ribuan tahun, "gen anti-morning sickness" ini akan menyebar ke sebagian besar populasi (ke anak, ke cucu, ke cicit, dan seterusnya). Morning sickness akan hilang..

Tapi kenyataannya apa? Masih banyak toh bumil yang mengalami morning sickness? Termasuk mungkin kamu yang sedang membaca tulisan ini. Morning sickness masih eksis di populasi kita!

Lah, kan kalo ga mual bukannya menguntungkan, tapi kok kita manusia masih punya aja kecenderungan untuk morning sickness yang mengganggu itu?

***

Morning Sickness Melindungi Janin


Hal ini membuat beberapa antropolog dan ahli biologi evolusioner juga bertanya-tanya. Jangan-jangan morning sickness memiliki beberapa manfaat tersembunyi. Manfaat yang lebih besar daripada kerugian yang ditimbulkannya.

Adalah seorang Margie Profet yang mengusulkan ide ini: Mungkin morning sickness lolos seleksi alam karena menjauhkan bumil dari makanan yang dapat membahayakan janinnya.

Selama trimester pertama, janin sangat rentan terhadap efek teratogen (agen yang menyebabkan cacat lahir). Makanan yang dapat diterima baik bagi ibu dewasa mungkin mengandung bahan kimia yang berbahaya bagi bayi yang sedang berkembang.

Jadi, mungkin morning sickness ini memaksa si ibu untuk mengkonsumsi makanan yang berisiko rendah demi kesehatan janin.

Ide Profet ini akan menjelaskan mengapa morning sickness biasanya berakhir setelah trimester pertama. Hal ini juga konsisten dengan jenis makanan yang banyak ditemukan paling memuakkan bagi bumil (daging dan sayuran dengan rasa yang kuat, seperti bunga pepaya, brokoli, pare, dll). Pada sejarah perjalanan evolusi manusia, jenis makanan begini yang memiliki potensi banyakn mengandung patogen, parasit, atau racun tanaman.

Di zaman modern, janin juga terancam oleh paparan asap rokok dan alkohol. Dan, seperti yang terjadi pada banyak bumil, bau rokok dan minuman keras saja sudah dapat memicu muntah.

Setidaknya ada dua poin lain yang mendukung hipotesis Profet ini:
***

Morning Sickness Melindungi Ibu Hamil


Tidak berhenti sampai di sini. Ada penjelasan evolusioner lain terkait morning sickness ini. Selain untuk melindungi janin, morning sickness juga dapat melindungi wanita hamil (yang telah menekan sistem kekebalan tubuh dan lebih rentan terhadap infeksi).

Nah, hipotesis ini harus membuat kita mempertimbangkan kembali kembali asumsi kita sebelumnya. Alih-alih menolak morning sickness sebagai efek samping yang tidak diinginkan dari perubahan hormon, kita mungkin bisa mulai memandang morning sickness sebagai salah satu strategi evolusi untuk melindungi janin dari bahaya.

Bukan berarti kamu jadi tidak harus mencoba untuk mengatasi morning sickness lho ya. Tapi tetep bumil yang mengkonsumsi obat untuk mengobati mual, harus mengawasi asupan makanan mereka. Mungkin kamu harus berhati-hati terhadap makanan berpotensi/berisiko memicu morning sickness-bahkan jika sudah mengkonsumsi obat yang memblokir mual.

***

Morning Sickness sebagai Polis Asuransi


Eits, tunggu dulu! Banyak yang akan salah paham mengenai tulisan ini, khususnya tentang hipotesis Profet tadi. Profet tidak mengatakan bahwa bumil yang sedikit mengalami morning sickness akan kemungkinan besar mengalami keguguran. Seperti idenya di atas, morning sickness dapat mencegah bumil mengkonsumsi makanan yang dapat menyebabkan cacat lahir, seperti daging yang tercemar.

Sederhananya, morning sickness ini seperti asuransi. 

Daya tahan tubuh masing-masing bumil kan berbeda. Mungkin ada bumil yang kuat, tanpa bantuan dari mekanisme morning sickness pun, tubuhnya sudah memiliki mekanisme sedemikian rupa untuk melindungi janin dari zat makanan yang tidak diinginkan. Di lain sisi, ada bumil lain yang mungkin terbantu dengan fitur morning sickness ini. Jadi, seperti asuransi, kalo ada dan dibutuhkan, pas sekali. Kalo tidak dibutuhkan, ya udah ga apa-apa, toh buat jaga-jaga ;)

***

Sumber tulisan: http://blogs.babycenter.com/mom_stories/does-morning-sickness-protect-the-fetus/
Sumber gambar: http://funcorner.eu/tag/baby/

***

Apakah menurutmu artikel ini berguna? Yuk, share ke teman-temanmu :)
Read More...

19 January, 2013

Masuk Angin dan Flu: Kenali Perbedaannya

3 comments



Cold vs Flu
Jika diterjemahkan ke Bahasa Indonesia, flu = Flu. Cold sendiri bisa diartikan sebagai pilek atau selesma. Bahasa populernya adalah Masuk Angin.



Kali ini, saya akan memberikan informasi mengenai flu dan masuk angin sebagai penyakit yang sering banget dialami orang ketika musim hujan. Walaupun memiliki gejala yang mirip, kedua hal ini sebenarnya berbeda. Karena berbeda, penanganannya pun juga agak berbeda. Kenali perbedaannya dan tanggap menjaga kesehatan di musim hujan sekarang ini. 

***

Perbedaan Ciri-ciri Masuk Angin dan Flu


1. Sakit Tenggorokan dan Hidung Tersumbat
Teman akrab penderita flu
Jika kamu bangun tidur, kamu merasa sakit tenggorokan dan hidung tersumbat, kemungkinan kamu itu masuk angin!

Iya, bisa saja ini gejala flu. Masuk angin dan flu memiliki gejala yang hampir mirip. Dan keduanya sama-sama disebabkan oleh virus yang menyerang saluran napas bagian atas. Tapi masuk angin memiliki gejala yang lebih ringan. Jika kamu demam, tubuh nyeri, batuk kering, dan tubuh mudah lelah. Nah, itu kemungkinan besar gejala flu! 

2.  Datangnya Gejala
Gejala masuk angin datang secara bertahap (berangsur-angsur). Gejala flu datang secara tiba-tiba..

Kita sudah bisa merasakan gejala masuk angin selama beberapa hari sebelumnya. Sedangkan flu datang secara tiba-tiba dalam waktu 3 – 6 jam.

3.  Kelelahan 
Kelelahan berat, badan menggigil, dan nyeri tubuh adalah tanda-tanda bahwa kamu sedang flu. Kamu butuh banyak-banyak istirahat di kasur. Acetaminophen atau ibuprofen dapat membantu mengatasi nyeri tubuh.

4. Kamu dapat ketularan flu dari orang bahkan sebelum dia terlihat sakit
Orang dapat menularkan flu sehari sebelum dia mulai merasa sakit hingga 7 hari setelahnya. Jadi, kita dapat menularkan flu bahkan sebelum kita tahu kita sendiri bakal kenal flu. Orang-orang yang sedang masuk angin akan lebih mudah ketularan 2 – 4 hari setelah gejalanya kelihatan. 

Masuk angin sendiri menular dalam waktu 2 minggu. Itulah mengapa kita sebaiknya sering-sering cuci tangan pada musim flu, tidak hanya ketika ada orang di sekitar kita sedang sakit.  

5. Istirahat di rumah 
Ketika masuk angin, tidak serta-merta kamu harus istirahat di rumah.
Sebenarnya tergantung dengan apa yang kamu rasakan saat itu. Jika kamu ga bisa fokus bekerja, sering batuk, atau merasa ga enak badan aja, istirahatlah di rumah sampai kamu merasa baikan. Karena kamu gampang menularkan penyakit, jangan lupa untuk menutup hidung dan mulut saat kamu batuk atau bersin dengan tissue dan sering mencuci tangan.

Kalau kamu sedang flu, istirahatlah di rumah.. 

***

Mengatasi Masuk Angin dan Flu secara Alami


  • Suplemen Zinc
  • Vitamin C
  • Sup Ayam. Menghirup kebulan asap sup ayam yang masih hangat dapat meringankan hidung tersumbat. Makan sup ayamnya, dapat menghindari kita dari dehidrasi. Beberapa sumber menyatakan sup ayam dapat meredakan peradangan.
  • Teh Hangat/Panas. Menghirup uapnya dapat meringankan hidung tersumbat, meminumnya dapat meringankan sakit tenggorokan dan membuat kamu tetap terhidrasi. Teh hitam dan hijau memiliki bonus tambahan: sarat dengan antioksidan untuk melawan penyakit, seperti masuk angin dan flu.
  • Sauna. Ga perlu pergi ke salon atau spa khusus sauna sih. Cukup duduk di kamar mandi tertutup sambil menjalankan shower air hangat. Hirup uap yang mengepul-ngepul dari aliran air hangat yang ada. Menghirup uap dapat memecah kemacetan di bagian hidung.
  • Berkumur Air Garam. Untuk sakit tenggorokan, berkumur dengan air garam dapat memberikan beberapa manfaat. Berkumur air hangat dengan satu sendok teh garam 4x sehari dapat membantu menjaga kelembaban tenggorokan yang gatal.
  • Balsem Menthol. Mengelap dan srot-srot hidung terus-menerus selama berhari-hari dapat membuat kulit di sekitar lubang hidung kamu sakit dan iritasi. Alternatif sederhana adalah dengan mengoleskan balsem mentol di bawah, bukan di dalam ya, hidung atau di dada atau tenggorokan.
  • Demam. Demam adalah obat alami dalam melawan masuk angin dan flu. Kenaikan suhu akan secara aktif melawan pilek dan flu dengan membuat tubuh kamu tidak ramah bagi kuman. Namun, jika demam membuat kamu tidak nyaman, ga apa-apa minum obat untuk mengurangi demamnya. Dan pastikan untuk tetap terhidrasi dengan baik.
  • Istirahat. Banyak-banyak istirahat di bawah selimut memungkinkan tubuh kamu untuk mengumpulkan lebih banyak energi untuk melawan kuman. 

***

Mencegah Masuk Angin dan Flu

Mencegah lebih baik daripada mengobati, bukan? Berikut ini makanan yang bisa dikonsumsi untuk meningkat sistem imun tubuh sehingga lebih kebal dari masuk angin dan flu :)

Brokoli - Bayam - Ubi Jalar
Ubi jalar itu sama bergizinya dengan wortel. Kaya dengan antioksidan dan beta karoten. Dan seperti wortel, ubi jalar juga kaya akan vitamin A.

Teh - Bawang Putih
 Bawang putih kaya akan antioksidan. Tips memasak: Kupas, potong, dan diamkan 15 sampai 20 menit sebelum dimasak untuk mengaktifkan enzim yang meningkatkan sistem imun tubuh.

Kol/Kubis - (Suplemen) Acai Berry - Semangka kakaaak
Grapefruit - Kacang Almond - Yogurt Rendah Lemak
Kalo yang ga tau grapefruit, hemhh, grapefruit itu rasanya ga karuan. Pahit, asam, manis. Bentuknya mirip jeruk Bali. Ga dijual di banyak toko buah. Di Jakarta sendiri, saya taunya dijual di Total Mal Ambassador. Grapefruit kaya akan vitamin C. Jika kurang suka grapefruit, tentu bisa disubstitusi dengan jeruk biasa.

***

Hal Lain yang Perlu Diketahui


Kembali Beraktivitas
Jangan langsung pergi ngantor atau kuliah setelah demamnya hilang. Tunggu hingga minimal 24 jam setelah demamnya turun secara natural (tanpa menggunakan obat). Istirahat aja dulu di balik selimut :)

Lama Masuk Angin Rata-rata 1 Minggu
Rasanya kok selamanya gitu kalo lagi masuk angin. Tapi biasanya masuk angin itu berlangsung selama 2 hari hingga 2 minggu. Kebanyakan selama seminggu.
Pergilah ke dokter jika seminggu masih belum membaik, atau kamu mengalami demam tinggi, sakit sinus parah, pembengkakan kelenjar, batuk berlendir, dan sesak nafas.

Jangan Buru-buru Konsumsi Antibiotik
Antibiotik tidak membantu meringankan masuk angin! Antibiotik itu mengatasi infeksi bakteri, sedangkan masuk angin disebabkan oleh virus. Tapi jika kamu masuk angin yang disertai infeksi bakteri, seperti infeksi telinga atau sinus, dokter mungkin akan memberikan antibiotik. Jika hanya pilek biasa dan sakit tenggorokan, konsumsi saja obat-obatan yang biasa di jual di pasaran untuk membantu kamu merasa lebih baik, nanti juga sehat sendirinya.

***

Apakah menurutmu artikel ini berguna? Yuk, share ke teman-teman kamu..

Sumber

Sumber tulisan:


Sumber gambar:




Read More...