Showing posts with label Science. Show all posts
Showing posts with label Science. Show all posts

22 July, 2013

Cewek Matre vs. Cowok Cabul

8 comments
Ada pandangan yang lumayan umum beredar di dunia petualangan cinta manusia:
"Kenapa sih pria itu cenderung melihat fisik aja?"
"Kenapa sih cewe matre?"

Percaya atau tidak, jawabannya dapat dijelaskan dari sejarah/perjalanan evolusi manusia.

Manusia (Homo sapiens sapiens) sebagai spesies memiliki tujuan untuk bertahan hidup (survive), melestarikan spesiesnya dengan cara bereproduksi. Membesarkan keturunan untuk mengestafetkan gennya. Evolution drive (dorongan evolusi) ini mempengaruhi insting biologi manusia, dan tanpa kita sadari membentuki social behavior (perilaku sosial) kita.

***

Apa yang Dicari Wanita dari Pria?
Pertama tentang wanita. Wanita harus hamil dan mengasuh keturunannya. Oleh karena itu, wanita membutuhkan security dan stabilitas akan resource yang menunjangnya menjalankan peran ibu, "pengasuh anak". Salah satunya adalah resource finansial!

Nah, itu kenapa ketika mencari pasangan, wanita itu agak "matre". Mencari pria yang sudah mapan, dapat menafkahi keluarga serba berkecukupan, bahkan cari calon suami yang kaya raya (sinetron banget ga sih..). Semuanya berakar dari insting biologis si wanita tadi, menjalankan perannya sebagai "pengasuh", agar misi pelestarian spesies dapat dipenuhi.

Apa yang Dicari Pria dari Wanita?
Di sisi lain, insting primitif biologis pria lebih sebagai "penyebar benih". Sebagai penyebar benih, pria ingin benihnya diestafetkan melalui "medium" yang high quality. Pria ingin memastikan bahwa "penerima" benihnya berkualitas, dalam hal ini ya pasangan wanitanya.

Ini mengapa pria lebih melihat fisik tubuh wanita dalam mencari pasangan. Karena pysichal appeareance adalah sinyal dari gen yang sehat dan berkualitas. Wajah cantik jelita, badan bahenol, payudara mantep. Ya itu semua sinyal gen yang sehat dan ternutrisi baik.

"Ga gitu juga kali fan. Ga semua pria mupeng fisik, ga semua wanita matre."
Iya saya mengerti. Saya menjabarkan behaviour secara umum, generalisasi. Exception per case ya pasti ada.

***

Ayah yang Baik, Pria Idaman Wanita

Walaupun demikian, seiring perjalanan evolusi manusia, pria yang mulai 'menyadari' dan menginvestasikan resource-nya (uang, waktu, dan emosional) dalam parenting/mengasuh anak (fatherhood) ternyata meningkatkan survival rate. Oleh karena itu, insting biologis pria kini tidak hanya sekedar sebagai "penyebar" benih. Akan tetapi, pria kini juga mau mulai fokus menginvestasikan waktu dan emosionalnya ke anak. Menjadi ayah yang baik..

Hal ini pun turut mempengaruhi insting wanita lagi. Si wanita kini tidak hanya sekedar melihat finansial si pria, tapi juga mulai melihat kualitas si pria, "dia bisa menjadi ayah yang baik ga ya? bisa menjadi kepala keluarga yang baik ga ya?"

***

Pornografi vs. Novel Romantis

Nah, ini juga bisa menjawab, mengapa pria lebih suka menonton film bokep (porn) dan kenapa wanita lebih suka membaca novel romantis?

Pria memiliki insting biologis primitif untuk lebih melihat penampilan fisik. Nah, film bokep (porn) sangat menyuguhkan itu.

Di sisi lain, wanita memiliki insting untuk mencari "sponsor" keluarga terbaik. Nah, novel romansa sangat menyuguhkan itu. Hal-hal romantis yang dilakukan pria (yang digambarkan di novel itu) adalah sinyal yang ditangkap wanita bahwa si pria mau (willing) untuk menginvestasikan resource-nya (finansial, waktu, dan emosional) dalam sebuah hubungan, bahkan untuk menjadi "sponsor" keluarga yang baik.

Pemahaman yang serupa juga dapat menjawab, mengapa pada social media (FB dan Twitter, dll) atau online dating site, pria cenderung lebih memperhatikan profile picture akun wanita sedangkan wanita lebih membaca isi profil si pria.

***

Sperma Favorit

Bahkan, insting biologis wanita ini tetap konsisten pada 'pasar' sperm bank.

Di US, contohnya, terdapat biro jodoh yang melibatkan mekanisme sperm bank. Para pria memberikan sampel sperma mereka untuk dianalisis menjadi profil mereka. Profil (hasil analisis sperma pria) akan disuguhkan ke klien. Klien biro jodoh ini adalah wanita yang sedang mencari pasangan. Dengan analisis sperma pria, kita dapat mengetahui primanya biologis si pria. Dari analisis sperma pria, dapat diketahui, histori atau penyakit bawaan, projeksi fisik si pria (bisa dianalisis lho, si pria dengan sperma ini, ganteng apa enggak), dan juga tentunya personality si pria.

Tahukah kamu? Sperma, eh pria yang paling "laku" atau jadi favorit klien wanita?
'Sperma favorit' adalah sperma dengan profil pria yang memiliki personality yang baik, the Nice Guy..

Para wanita ini yaa. Ga fisik, ga interaksi sosial, ga analisis sperma, teteup intuisinya menseleksi pria yang baik. Hehehe..

"Yah, masa harus submit sperma dulu fan biar para wanita tau saya bisa jadi ayah yang baik? Indikator nice guy lain yang bisa disinyalkan apa?"

Sinyal "ayah baik" lainnya adalah kepribadian yang ramah (baik), murah senyum, daaannn... supel pada anak kecil.

Baca lebih lanjut :
Ayah Seksi: Pesona Pria yang Supel pada Anak-anak
Pria-pria yang friendly sama anak kecil, dapat meningkatkan nilai seksinya di mata wanita (consciously or unconsciously), bahkan bagi wanita yang hanya mencari "fun" saja (tidak mencari hubungan yang serius).

Itu juga kenapa, wanita-wanita suka pada heboh melhiat pria seksi yang gendong anaknya di mall atau sambil membawa stroller anaknya. Nilai seksinya plus plus deh.

***

Sumber:
Menyusul!!
Hehehe. Histori sumber saya kehapus, jadi harus cari satu per satu lagi link nya. Akan saya update segera.

Read More...

29 May, 2013

Kajian Gen dalam Menentukan Jenis Kelamin

5 comments

Pandangan awam di masyarakat kita:
Kebanyakan orang yang berjenis kelamin laki-laki, gendernya maskulin, dan orientasi seksualnya kepada orang perempuan. Yang tidak demikian, juga ada.

Kebanyakan orang yang berjenis kelamin perempuan, bergender feminin, berorientasi seksual kepada orang laki-laki. Yang tidak demikian pun juga ada.

Tapi bukan berarti orang yang tidak sama dengan orang kebanyakan, lantas identik dengan orang yang mengalami gangguan atau abnormal.

Jenis Kelamin, Gender, dan Orientasi Seksual itu secara biologi adalah konsep yang saling independen, masing-masing berdiri sendiri-sendiri, tapi sering dicampuradukkan!

Jenis Kelamin 
Fisik alat kelamin seorang individu. Kalo punya penis, ya laki-laki. Kalo punya vagina, ya perempuan. Kategori yang langsung disematkan dokter kandungan atau bidan atau dukun beranak ketika seorang bayi lahir ke dunia.

Gender 
Bagaimana seseorang memandang dirinya, feminin atau maskulin atau keduanya. Lebih lanjut, definisi gender adalah identitas diri seseorang. Kelamin perempuan, tapi bisa saja ia memandang dirinya sebagai seorang pria. Kelamin laki, punya penis, tapi bisa saja ia memandang dirinya sebagai seorang wanita, "aku salah tubuh.."

Orientasi Seksual
Pola ketertarikan seksual dan emosional seseorang terhadap suatu object. Object tersebut bisa berupa lawan jenis, sesama jenis, binatang, pohon, sampai meja..


Kali ini, saya akan membahas lebih dalam tentang konsep Jenis Kelamin dulu ya: konsep gen dalam menentukan jenis kelamin anak. Nanti saya akan lanjut dengan artikel mengenai Gender dan Orientasi Seksual.. :)

***

Kromosom X vs. Kromosom Y

Secara sederhana, diketahui jika orang berkromosom XX itu perempuan, sedangkan yang XY laki-laki. Padahal tidak selalu demikian. Orang berkromosom XY tidak selalu berjenis kelamin laki-laki, orang yang berkromosom XX juga tidak selalu berjenis kelamin perempuan. Memang jarang perempuan memiliki kromosom Y, meski tidak mustahil. Karena gen pembawa unsur maskulin kromosom Y bisa hilang/rusak pada orang tertentu.

Janin manusia sampai usia 8 minggu dalam kandungan semua berjenis kelamin perempuan. Kenapa ada yang berubah jadi laki-laki?

Perubahan kadar hormon-hormon tertentu lah yang merubah sebagian dari janin-janin perempuan itu jadi laki-laki. Terus apa yg membuat kadar hormon berubah?

Dan mutasi genetiklah yang memicu perubahan aktivitas hormon, berujung terjadinya diferensiasi menjadi laki-laki dari yang awalnya perempuan.

Tak banyak yang tahu bahwa munculnya jenis kelamin jantan/laki-laki adalah akibat hadirnya ‘si pengganggu’ kromosom Y, yang merubah stabilitas hormonal. Kebanyakan orang tahu kromosom X&Y merupakan penentu jenis kelamin. Tapi ada beberapa hal seputar kromosom ini yang belum diketahui kebanyakan orang.

Dari segi kemasannya, kromosom XY ini sangat berbeda dengan kromosom-kromosom manusia yg lain. Dulu timbul tanda tanya besar, sekarang sudah terjawab. XY ini ternyata bukan kromosom identik. Dibanding ukuran X, kromosom Y sangat kecil seolah merupakan tambahan dadakan karena tuntutan keadaan. Kromosom Y tidak sebanding dengan kromosom X. X lebih perkasa dalam segala hal, akibatnya pertempuran X-Y adalah perkelahian tak seimbang. Dan akhirnya, kromosom Y selalu harus bersembunyi sambil meninggalkan bagian-bagian yang tidak penting untuk fungsinya bila berhadapan dengan X.

Artinya, secara genetik, manusia perempuan jauh lebih perkasa dari manusia laki-laki dalam segala hal.

***

Pembentukan Jenis Kelamin


Bagaimana prosesnya bisa seperti itu? Berikut yang tertulis dalam kitab genom manusia.

Di masa lampau, leluhur kita beralih dari kebiasaan reptil yang menentukan jenis kelamin berdasarkan temperatur telur ke penentuan secara genetik. Alasan yang paling mungkin untuk peralihan itu adalah supaya tiap jenis kelamin manusia dapat mulai berlatih untuk tugas khususnya masing-masing dalam pembuahan.

Pada manusia, adanya gen penentu jenis kelamin menjadikan laki-laki, sedangkan ketidakhadiran gen itu ya tetep perempuan. Pada burung, kebalikannya.

Kehadiran gen ‘pengganggu’ itu dengan segera menarik ke dekatnya gen-gen lain yang bermanfaat bagi laki-laki, misalnya, gen untuk otot kekar. Pada perempuan, gen-gen, seperti gen otot kekar, tidak diperlukan karena hanya akan menguras energi. Lebih baik jika dicadangkan untuk pengasuhan anaknya. Gen-gen sekunder semacam itu mendekatkan diri yang cocok dengan jenis kelamin yang satu dan tidak cocok dengan jenis kelamin yang lain. Persaingan antar gen.

Nah, ‘gangguan’ yang ditimbulkan oleh gen dalam kromosom Y ini tidak selalu ektrem dan menghasilkan kelaki-lakian yang seragam. Hal ini karena tertariknya gen-gen sekunder kelaki-lakian tidak selalu sama. Akibatnya ada individu yang tidak ekstrem menjadi laki-laki. Hal ini juga bisa menjelaskan bahwa mengapa lebih banyak laki-laki yg kecewek-cewekan ketimbang sebaliknya. Ini bukan kelainan, tapi variasi normal.

Secara sederhana, laki-laki yang bersifat kecewek-cewekan bisa dibilang sebagai individu yang ingin ‘kembali’ ke jenis kelamin asalnya, yaitu perempuan ;D

***

Wanita Inferior?


Kalau memang secara genetik wanita lebih perkasa, mengapa dalam kehidupan masyarakat yang terjadi justru sebaliknya? Laki-laki jadi lebih superior?

Wanita dianggap inferior bukanlah karena alasan fisik atau genetik, tetapi lebih disebabkan alasan kultural kesejarahan. Mengapa demikian?

Perempuan dianggap inferior karena dulu rata-rata berusia lebih pendek dari laki-laki. Kenapa? Karena proses melahirkan beresiko kematian tinggi. Sekarang, saat resiko proses melahirkan tak ubahnya seperti mencet jerawat, terbukti wanita didesain untuk berusia lebih panjang ketimbang laki-laki. Contohnya: siklus hormonal perempuan usia subur mengurangi resiko jantung koroner. Setelah menopause, resiko wanita jadi sama dengan laki-laki.

***

Sumber:
saduran rangkuman kultwit dr. Ryu Hasan @ryuhasan (neurosurgeon) mengenai Jenis Kelamin (Sex), Gender, dan Orientasi Seksual. 
Sumber gambar: http://www.positionstoconceivebabyboy.com/2012/07/the-x-and-y-chromosomes-science-of.html

***

Kamu suka dengan artikel ini? Bantu share yuk ;)
Read More...

09 April, 2013

Aktivasi Otak Kanan Hanya Mitos!

1 comment
mitos otak kanan otak kiri

Selama lebih dari 30 tahun belakangan, dikotomi “otak kanan - otak kiri” telah menjadi bagian dari budaya pop masyarakat. Berkembang luas  pemahaman bahwa kedua belahan (hemisphere) otak memfasilitasi proses berpikir yang berbeda, kepribadian yang berbeda. Ide ini simply berasal dari misintepretasi penelitian sains valid.

Dominan Otak Kiri
Dominan otak kiri (left-brainer) itu berarti orangnya rasional, linear, logis, analitis, dan jago dalam bidang bahasa. Makanya individu left-brainer katanya cocok bergelut di bidang matematika, engineering, dan natural science (ilmu alam).

Dominan Otak Kanan
Dominan otak kanan (right-brainer) itu berarti orangnya spasial, intuitif, kreatif, dan penuh seni. Makanya individu right-brainer katanya cocok bergelut di bidang industri kreatif atau jadi seniman.

Pemahaman ini luas digembar-gemborkan dalam workshop pengajaran, menjadi highlight di artikel berita dan buku-buku bestseller. Banyak juga kuis online untuk mengetahui belahan otak yang dominan pada seseorang, dilengkapi dengan deskripsi detil tentang diri seseorang dan bagaimana ia berinteraksi dengan dunianya.

Dikotomi otak kanan - otak kiri adalah sebuah metafora klise dan bastardization of the science. Tapi tetep orang-orang terlalu senang menerima ide ini untuk melakukan generalisasi perilaku di lingkungan sekolah, kerja, dan kehidupan.

***

Asal Mula Mitos Teori Otak Kanan - Otak Kiri


"Teori" otak kanan - otak kiri berawal dari penelitian yang dilakukan oleh Roger Sperry dan Mike Gazzaniga di tahun 1960an. Kedua peneliti ini melakukan studi pada pasien epilepsi yang telah melalui operasi untuk memutus koneksi antara 2 bagian otak (split brain experiments).

Diketahui bahwa ketika kedua bagian otak tidak dapat berkomunikasi, tiap hemisphere tidak menyadari keberadaan hemisphere lainnya, bahkan memberikan respon yang berbeda untuk suatu stimulus.

Riset ini merupakan eksperimen klasik, dibahas di setiap perkuliahan S1 Psikologi. Sperry dan Gazzaniga memang menunjukkan efek menarik tentang pemrosesan bahasa dan gambar di bawah kondisi eksperiman yang ketat.

Tapi riset tersebut TIDAK PERNAH SAMA SEKALI menyatakan bahwa kemampuan (matematika atau bahasa) hingga gaya belajar kita terbatas pada satu bagian otak saja.

Menjadikan hasil eksperimen ini sebagai referensi untuk gaya belajar manusia secara umum itu ngaco.. Soalnya, Split-brain experiments melibatkan pasien yang mengalami kerusakan otak (epilepsi) dan koneksi kedua bagian otak diputus secara manual! 

Tidak ada bukti saintifik langsung yang mendukung gagasan bahwa gaya berpikir yang berbeda dihasilkan oleh bagian otak tertentu. Riset-riset neurosains terkini malah menunjukkan hal yang bertentangan dengan ide “otak kiri-otak kanan”. Kedua bagian otak faktanya sangat komplemen satu sama lain.

  1. Untuk pemrosesan bahasa.. Kini diketahui kedua bagian otak ikut berperan: otak kiri memproses grammar (tata bahasa) dan pronunciation (pelafalan) sedangkan otak kanan memproses intonasi. 
  2. Otak kanan tidak bekerja sendiri untuk memfasilitasi kemampuan spasial: otak kanan memproses general sense of space, otak kiri memproses objek di lokasi tertentu. 
  3. Studi menemukan 14 area otak yang berperan untuk mempelajari sebuah urutan. “Sequential thought” (pemikiran sekuensial) yang katanya merupakan fungsi otak kiri, ternyata ditemukan diproses di 5 area otak kiri, 5 area otak kanan, 4 area di bilateral otak. 

Ya, memang ada asimetri fungsi pada bagian-bagian otak. Tapi, kemampuan individu tidak terikat pada sebuah area, tapi produk dari jaringan sel otak yang terdistribusi. Sirkuit-sirkuit ini dibentuk melalui campuran biologi dan pengalaman/memori yang unik.

Mencoba menjelaskan sesuatu se-kompleks gaya belajar dengan hanya meng-highlight satu bagian otak saja adalah penyederhanaan yang berlebihan, keliru tafsir (misintepretasi), dan sangat meragukan.

Okelah fan, ya teori otak kanan - otak kiri ini mungkin tidak akurat. Tapi apakah gagasan ini berbahaya?

***

'Teori' Otak Kanan - Otak Kiri Berbahaya?


Gagasan ini berbahaya ketika banyak pihak menganggapnya secara serius, and it’s happening!

Berdasarkan "teori" otak kanan - otak kiri (hemisphericity), berkembang sebuah ide bahwa proses belajar dan berpikir dapat ditingkatkan ketika kedua bagian otak dapat terlibat secara seimbang. Lahirlah program pengajaran dan pendidikan untuk memperkuat bagian otak yang kurang dominan dan mensinkronisasi kedua bagian otak.

Karena diasumsikan sekolah bakal lebih menyenangi cara belajar dan berpikir otak kiri (seperti analisis, logika, dan akurasi), banyak teknik pengajaran dikembangkan untuk melibatkan lebih banyak aktivitas untuk memaksimalkan otak kanan.

Contoh, metode “show and tell”: daripada hanya membaca teks (dominasi otak kiri), guru juga memperlihatkan gambar dan grafik untuk mengaktifkan otak kanan. Metode lain misalnya penggunaan musik, metafora, role play, meditasi, menggambar, dll, untuk mencapai sinkronisasi kedua bagian otak. Atau metode-metode lain untuk mengasah otak kanan.

Banyak pihak yang mengatakan bahwa kurikulum sekolah saat ini lebih heavy ke pembelajaran menggunakan otak kiri. Jadi mereka demand sekolah untuk lebih banyak melibatkan pembelajaran yang mengasah otak kanan.

Kalo di luar tuh, ada ahli pendidikan seperti E.P. Torrace atau Madeline Hunter. Di Indonesia? Huwih, jadi penulis buku best seller ciin.. Bahkan ada lho ahli pendidikan dan sekolah di Indonesia yang mengusung konsep ini -__-"

Meskipun metode-metode tersebut dapat menambah variasi dalam dunia pendidikan, tapi metode ini didasarkan pada fondasi yang lemah.

Generalisasi kemampuan dan gaya belajar individu hanya berdasar 2 bagian otak merupakan penyederhanaan yang berlebihan, complete nonsense. Dan telah saya bahas, tidak ada bukti saintifik langsung yang menyokong ide ini. Malah, hasil temuan neurosains terkini mengungkap hal yang sebaliknya.

Tapi teteup aja ya, masih banyak meluncur buku, materi pendidikan dan pelatihan otak kanan, berbasis mitos ini. Tiap tahun kayaknya ada aja yang baru. Masih banyak juga pengajar, motivator, konselor, bahkan akademisi yang mengusung ide ini dalam profesinya. Ga tau apa mau tipu-tipu, kurang baca, atau simply stupid..

***

Kenapa Mitos tentang Otak Kanan - Otak Kiri akan Tetap Eksis?


Dr. Mike Gazzaniga (ya ilmuwan yang memprakarsai split-brain experiment itu sendiri) menulis buku Social Brain puluhan tahun setelah ia melakukan eksperimen hebatnya.

Pada salah satu bab, "Left-Brain, Right-Brain. Mania: A Debunking", ia sendiri membantah konsep psikologi populer tersebut dan menyampaikan keheranannya, kok bisa gitu eksperimen saintifik dia di-misintepretasi-kan seena'e dewe begitu.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa konsep ini berkembang karena dikotomi otak kanan - otak kiri itu simpel dan gampang dimengerti, packaging yang mudah dicerna masyarakat mengenai riset otak modern dan aplikasinya pada kehidupan sehari-hari.

Karena untuk menjelaskan yang 'sebenernya', cukup rumit (complicated). Banyak jargon sains yang harus dimengerti dan ngejelimet bagi masyarakat awam. Jadilah jurnalisme sains menggunakan simplifikasi tersebut, jadi bisa relate sampai level personal seseorang.

Sebanyak apapun temuan breakthrough di bidang neurosains akhir-akhir ini, kayaknya konsep tentang otak kanan - otak kiri ini masih tetap eksis ya. Susah untuk melawan belief system yang sudah terbangun selama berpuluh tahun.

Dikotomi ini memang menawarkan simplifikasi yang begitu 'menggoda'. Gampang kan diaplikasikan, "eh, lo left brainer atau right brainer", "kayaknya gw right brainer deh, cocoknya gw masuk jurusan ini deh kayaknya", bikin aplikasi untuk target market tertentu, bikin buku, bikin seminar, dll.

But yeah.. It's worth trying to fight the distorted belief system. As Gazzaniga concluded:

By the late 1960s and early 1970s the realization was spreading that the simple dichotomies of that time did little to advance knowledge about how cognitive systems work. Neuropsychology was at risk.Isolating mental systems or claiming that isolated mental systems process information differently does not really illuminate the nature of cognition.


***


***

Artikel ini berguna menurut kamu? Bantu share ya :)
Read More...

05 April, 2013

Indonesia HAMPIR Punya Astronot Wanita Pertama se-Asia

1 comment
Beberapa minggu yang lalu, saya ada ikut Diskusi Sains Menrva Foundation for Science and Reason tentang Human Space and Colonization. Saya jadi tau kalo Indonesia dulu HAMPIR punya astronot lho, wanita lagi!

Ibu Pratiwi Sudarmono dan Bapak Taufik Akbar

Ibu Pratiwi Sudarmono, seorang microbiologist dari Universitas Indonesia yang menjadi salah satu kru pesawat luar angkasa Columbia sekitar tahun 1986 untuk keperluan pengoperasian satelit Palapa B-3. Bersama astronot pelapisnya, Pak Taufik Akbar (engineer dari Telkom yang kini adalah Direktur SDM di Telkom), beliau dilatih di NASA, dan siap terbang menjadi astronot wanita pertama dari Asia!!

Apa mau dikata... Di tahun yang sama, terjadi kecelakaan pesawat Challenger. Challenger meledak setelah baru beberapa detik lepas landas, menewaskan 7 orang krunya. Padahal kontraktornya udah ingetin NASA tuh, kalo desain yang ada tidak aman. Tapi karena sudah dikejar jadwal, NASA tetap meluncurkan Challenger.

Karena kecelakaan ini, NASA membatalkan semua jadwal penerbangan pesawat luar angkasa lainnya, termasuk pesawat Columbia-nya bu Pratiwi.

Akhirnya bu Pratiwi balik ke Indonesia. Beberapa bulan kemudian, NASA mulai siap meluncurkan pesawat luar angkasa lagi. Eeeehhh.. yang ikut malah astronot wanita dari Jepang. Jadilah wanita Jepang itu astronot wanita pertama dari Asia. Pfftt..

Ya kecelakaan sejarah ciinn. Nyaris banget. Kalo enggak, Indonesia bakal punya astronot wanita pertama dari Asia. Jepang, Malaysia, China, India, Pakistan, Iran, lewaaatt..

Ibu Pratiwi Sudarmono sekarang masih aktif menjadi pembicara di beberapa seminar microbiology. Terakhir teman saya ada mengikuti seminar beliau di Universitas Pancasila. Beliau juga kadang dapat ditemui di lingkungan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

***
Suka dengan artikel ini, share yuk ^^
Read More...

12 February, 2013

Seafood & Autisme: Makanan untuk Ibu Hamil

6 comments

Beberapa waktu yang lalu, saya menemani seorang teman yang sedang hamil muda ke dokter kandungan. Di sela pembicaraan dengan dokter, sang dokter memberikan nasihat berupa makanan-makanan yang pantang dimakan untuk ibu hamil. Salah satu makanan tersebut adalah seafood!

Si dokter memberikan pantangan makan seafood karena berdasarkan tuturan beliau, seafood sekarang banyak mengandung besi, bisa menyebabkan autisme pada anak yang dikandung. "Makanya, banyak anak autis sekarang, karena ibu-ibunya gemar makan seafood."

Apa yang dianjurkan oleh dokter ini ternyata  berlawanan dengan pengetahuan teman saya sebelumnya. Oleh keluarganya, teman saya ini malah disuruh banyak-banyak makan seafood karena bergizi tinggi. "Kalo untuk sumber nutrisi, banyak lah sumber gizi dan nutrisi lain selain seafood", tanggapan si dokter.

Seperti biasa, it makes me wondering. Is it true?  

Benarkah konsumsi seafood berkorelasi dengan risiko autisme pada anak yang sedang dikandung? Bagaimana pola makanan ibu hamil seharusnya, khususnya terkait seafood?

***

Temuan  mengenai Level Merkuri pada Seafood


Akhirnya, saya mencoba mencari-cari. ^^

Berdasarkan artikel ini, 84% dari sampel ikan yang diambil dari perairan seluruh dunia mengandung kadar merkuri yang tidak aman, menurut sebuah studi baru dari Institut Penelitian Biodiversitas dan Jaringan Eliminasi Polutan Organik Persisten Internasional (Internasional Biodiversity Research Institute and the International Persistent Organic Pollutants Elimination Network). Berdasarkan temuan ini, tidak aman untuk mengkonsumsi ikan dengan level merkuri setinggi itu lebih dari satu kali sebulan. 

Tidak hanya itu, peneliti juga mengambil sampel rambut dari 152 orang dari seluruh dunia. Mereka menemukan bahwa lebih dari 82% sampel rambut tersebut mengandung merkuri dengan level yang lebih tinggi dari yang direkomendasikan oleh Lembaga Perlindungan Lingkungan A.S. (U.S. Environmental Protection Agency/EPA). Artinya, masyarakat kini terpapar merkuri dengan level yang jauh dari baik.

***

Bahaya Merkuri bagi Ibu Hamil


Seafood dapat menjadi sumber protein dan zat besi, nutrisi penting untuk perkembangan dan pertumbuhan bayi. Selain itu, omega-3 di banyak ikan dapat menunjang perkembangan otak bayi.
  
Akan tetapi, beberapa jenis seafood (khususnya ikan predator besar, seperti hiu, todak, dan makerel raja) mengandung level merkuri yang tinggi. Jika kamu secara reguler makan ikan dengan level merkuri tinggi, zat tersebut akan terakumulasi di aliran darah dari waktu ke waktu.

Hal ini dapat mempengaruhi sistem saraf dan otak, dan secara khusus berbahaya bagi anak-anak dan ibu hamil, menurut  Lisa Moskovitz, ahli gizi dari Manhattan. “Merkuri bertindak seperti neurotoxin yang bahkan pada dosis rendah pun dapat mengganggu perkembangan bayi dan fungsi kognitif. Pada kasus tertentu, efek merkuri bisa menyebabkan keterbelakangan mental, kelumpuhan otak, dan kehilangan penglihatan dan pendengaran," ujarnya. "Pada orang dewasa tidak hamil, merkuri mempengaruhi fertilitas, tekanan darah, ingatan, dan penglihatan."

***

Bijak Mengkonsumsi Seafood


Cukup nyeremin emang. Tapi.. tidak berarti kamu harus menghentikan konsumsi ikan juga. "Karena ikan merupakan salah satu sumber nutrisi ibu hamil yang penting, hal ini lebih ke pandai-pandai memilah konsumsi makanan kita daripada menghindari makan ikan sama sekali," ujar David Evers, PhD, ilmuwan kepala di Institut Penelitian Biodiversitas yang memiliki spesialisasi pada penelitian ecotoxicology.

Dikutip dari situs EPA, berikut adalah pedoman untuk mengurangi paparan merkuri pada ikan.

  • Hindari konsumsi ikan predator besar: ikan hiu, ikan todak, mackerel raja, karena mengandung kadar merkuri yang tinggi.
  • Batasilah konsumsi ikan dan kerang yang rendah merkuri hingga 12 ons (2x makan besar) dalam seminggu
  • 5 ikan umum yang rendah merkuri: udang, tuna kalengan (bukan tuna albacore/tuna besar yang merkurinya lebih tinggi), salmon, dan lele (atau ikan berkumis lainnya, seperti patin).    
  • Carilah informasi mengenai keamanan ikan yang dijual di pasar atau supermarket dekat rumah Anda, entah dari teman, kerabat, atau kenalan nelayan atau penjual ikan. Jika tidak ada informasi tersedia, batasi konsumsi ikan hingga 6 ons (1x makan besar) dalam seminggu 

A big no untuk ikan hiu, todak, dan mackerel raja

Say yes to udang, tuna kalengan, lele, salmon, dan patin


Lebih lengkap, sila baca Level Merkuri pada Ikan
Baca lebih lanjut: Wisata Kuliner with Pindang Patin

***

Anjuran Si Dokter


Jadi, apakah pernyataan dokter tadi benar? Ga juga..

1. Besi atau Merkuri?
Si dokter mengatakan mengenai kandungan 'besi'. Ya, mungkin 'besi' yang dimaksudkan si dokter itu merkuri kali ya. 

2. Berhenti makan seafood?
Tidak serta-merta kita harus menghentikan konsumsi seafood, khususnya ibu hamil. Lebih ke membatasi dan mengatur dengan lebih pintar ikan atau seafood yang dikonsumsi.

3. Seafood berkorelasi dengan autisme?
Pada artikel-artikel yang saya temukan, memang banyak disebutkan bahwa paparan merkuri level tinggi dapat mempengaruhi perkembangan sistem saraf dan otak pada janin. Namun, tidak ada satu pun yang secara eksplisit menyebutkan tentang autisme. Ketika saya coba cari dan tanya-tanya ke dokter kenalan saya mengenai penyebab autisme, korelasi antara merkuri dan autisme masih sebatas klaim. Belum ada bukti yang reliable. Hal ini masih menjadi topik penelitian yang ekstensif, kalangan ilmuwan masih terbagi menjadi 2 kubu mengenai hal ini.

***

Kesimpulan


Walaupun merkuri dapat mengganggu perkembangan otak bayi, konsumsi seafood rendah merkuri dengan jumlah normal selama kehamilan belum terbukti menyebabkan masalah. Selain itu, omega-3 pada berbagai macam ikan (khususnya salmon dan tuna) dapat menunjang perkembangan kognitif yang sehat. Selama kamu tidak mengkonsumsi ikan yang kamu ketahui mengandung merkuri tinggi atau terkontaminasi oleh polutan, ikan dapat menjadi bagian dari pola makan sehat kamu selama kehamilan.

***

Referensi:

***

Jika kamu merasa tulisan ini berguna, bantu share ya..
Read More...

06 January, 2013

Ayah Seksi: Pesona Pria yang Supel pada Anak-anak

1 comment

Sebelum saya cerita tentang "Ayah Seksi: Pesona Pria yang Supel pada Anak-anak",  saya mau share dulu tentang strategi pria dan wanita dalam mencari pasangan biar nyambung dan dapet background story-nya :) 

  
Strategi Pedekate

Saya akan mengutip sebuah kultwit dari @MenrvaFoundation: Diskusi sains bersama Sabda PS: Asal-usul Cinta dan Perilaku Seks dari Sisi Evolutionary Psychology.

Mulai diskusi dengan tema: Origins of Love and Sexual Behavior, dibahas dari sisi Evolutionary Psychology.

Natural selection is mathematical inevitability. Artinya, bisa "dihitung" bahwa behavior seperti apa yang akan survive.

Dengan evolutionary model, kita bisa menjelaskan kenapa kita berperilaku, kenapa kita bermoral, dan lain-lain.

Evolusi udah banyak dan jelas evidence-nya: genetik, fosil, dll. Nah sekarang, kalo evidence dari perilaku gmana?

Kenapa kita berperilaku seperti ini, khususnya dalam mating (mencari pasangan)?

1. Cowo bisa menghasilkan sperma jutaan sekaligus, dan sampe umur berapa pun

2. Cewe gak seperti itu. Sebulan satu dan bahkan ada menopause. Plus, perempuan harus menyusui setelah anak lahir (mengurus).

Nah, hal ini membuat strategi cewe sama cowo itu beda.

Cewe nyari cowo yg bagus secara genetik dan yang punya resource untuk "biayain" anaknya.

Sedangkan cowo nyari cewe yg mau sama dia aja. Selain masalah genetik untuk cowo ya.

Nah, ini membuat cewe lebih selective untuk potential mate.

Manusia sebagai salah satu spesies penghuni bumi, hidup untuk survive. Gimana salah satu usaha manusia untuk survive? Cari pasangan, meneruskan keturunan. Kultwit di atas memaparkan perbedaan strategi mencari pasangan bagi pria dan wanita. Mekanisme biologis manusia secara sadar atau tidak sadar telah mempengaruhi mindset psikologi dan perilaku sosial manusia.

Wanita menghasilkan ovum cuma sebulan sekali, cuma satu, ntar ada menopause lagi, makanya wanita jadi selektiiif banget dalam cari pasangan. “Benih ku cuma satu, udah satu mesti nunggu sebulan, terbatas lagi, ya gw ga mau sembarangan lah”. Beda sama cowok! Tiap pagi, sperma ngucur, jutaan, sampe akhir hayat lagi. Yaudah, cowok bakal mikir, “nih siapa yang mau benih gw” (aduh bahasa kuu :p).

Tapi apa cowok sebangsat itu, seenaknya sendiri? Eits, tunggu dulu! Jawaban dari pertanyaan ini akan terjawab di akhir tulisan ini. Pria tidak melulu pikirannya untuk nyebar benih, lebih dari itu. Keep on reading guys ;)

"Mekanisme biologis reproduksi internal --> perilaku social --> cewek lebih selektif."

###

Apa yang Dicari Wanita dari Pria?

Oke, saya udah jelasin kenapa wanita itu lebih selektif dari pria dalam memilih pasangan. Selanjutnya, apa sih yang dicari wanita dari seorang pria? Mari kita pinjam falsafah hidup orang Jawa: Bibit, Bebet, Bobot!

1. Bibit: Wajah rupawan dan Maskulinitas. Wajah ganteng nan rupawan dan macho-nya pria itu mensinyalkan gen yang bagus. Walaupun definisi ganteng itu relatif untuk tiap orang, tapi tetep gen yang bagus mensinyalkan gen yang bagus, gen yang sehat. Maskulinitas/ke-macho-an (lekuk wajah, facial hair/brewok dan bulu-bulu lainnya, suara berat becek basah abis) seorang pria merupakan indikator kadar testosteron di tubuhnya. Testosteron mempengaruhi sistem imun tubuh. Pria macho dengan kadar testosteron yang ‘unggul’ akan membuat ia lebih kebal (resistant) terhadap beberapa jenis penyakit. Maka wajarlah kalo wanita suka pria ganteng nan rupawan. Insting biologi wanita akan mencari pasangan benih yang berkualitas. Ya ini juga berlaku sebaliknya ya pada konteks pria suka wanita cantik tentunya. Mekanisme biologi mempengaruhi perilaku sosial, sadar atau tidak sadar.

2. Bebet. Si pria berasal dari keluarga baik-baik dan memiliki kerabat yang baik pula.

3. Bobot: Mapan dan Baik Hati. Kemapanan dan kebaikan hati seorang pria kadang dijadikan indikator kesediaan pria untuk berkeluarga dan meneruskan keturunan.

Tapi... Bebet dan bobot kini tidaklah cukup dijadikan indikator kesungguhan pria untuk berkeluarga. Banyak pria yang mapan, tapi ga sungguh-sungguh untuk berkeluarga. Banyak pria yang baik, tapi ga serius mau ngurus anak. Banyak pria yang berasal dari keluarga baik-baik tapi ga mau invest resource-nya ke sebuah keluarga, meneruskan keturunan.

Lalu, apa ada indikator lain yang dapat lebih diandalkan untuk memprediksi kesungguhan pria untuk berkeluarga?

###

Ayah yang Baik = Ayah yang Seksi

Nah, di sinilah sebuah studi yang diulas oleh Gwen Dewar, PhD, yaitu “Sexy dads: The allure of men who like babies“ masuk untuk menjawab pertanyaan di atas.

Ada sebuah tulisan oleh @keisavourie dalam kultwitnya mengenai Illusion of Choice:
Di mata wanita, gak ada yang lebih sexy dari pria ganteng yang lagi gendong anak :) Ketika lagi gendong anak (dan punya istri) sosok pria jadi kinclong dan menarik di mata semua wanita. Terlihat matang.

Ryan Gosling ganteng... Tapi coba Ryan Gosling sambil gendong anak kecil? Bukan anaknya lho ya, doski kan belum punya anak :p Darius Sinathrya ganteng... Tapi coba Darius sambil gendong anaknya? Dijamin para wanita tambah klepek-klepek, tambah “kyaa.. kyaa

Here here ladies, sexy men with kids <3 You're welcome..


*saya mendapat banyak masukan tentang siapa aja seleb pria yang berprediket sebagai hot daddy, tapi karena keterbatasan mbah Google, cuma yang di atas yang bisa saya kompilasikan :)

Whoa, did I hear something? What sound is that? I hope that's not your ovaries exploding. Hahaha.

Sekarang saya nanya, pilih gambar yang sebelah kiri apa kanan? Pilih gambar mereka solo atau pas gendong anak? Umumnya, para wanita akan memilih gambar kanan, pria sambil gendong anak, hot daddy!

Umumnyaaa.. Umumnya loh ya! Saya tau pasti ada yang protes, “Ah enggak kok fan, gw lebih suka gambar mereka solo”. Saya ngerti kok. Exceptionoutlier/ pengecualian itu (kemungkinan besar) pasti ada dalam sebuah populasi. Atau saya bikin perbandingan gambar yang kurang adil ya? Hahaha.

Yaudah deh, saya ceritain aja langsung eksperimen ilmiahnya. Eksperimen ini diprakarsai oleh James Roney dan rekannya (2006). Mereka penasaran apakah keramahan pria pada bayi membuat pria lebih seksi di mata wanita. Eksperimen ini terbagi menjadi 2 bagian: eksperimen I pada pria dan eksperimen II pada wanita.

Eksperimen I

Pada eksperimen pertama, dikumpulkanlah beberapa pria muda Amerika (usia 18 – 30 tahun).

Peneliti kemudian mengumpulkan data testosteron tiap pria. Si A, punya kadar testosteronnya berapa, si B berapa. Kadar testosteron mengindikasikan maskulinitas dan kemachoan pria (suara berat, lekuk wajah, facial hair, dsb).

Lalu, mereka menjalani uji preferensi visual. Kepada pria-pria ini ditunjukkanlah sederetan pasangan gambar. Tiap pasang gambar terdiri dari gambar anak kecil dan gambar orang dewasa. Pria diminta memilih suka yang mana, gambar anak kecil atau gambar orang dewasa untuk tiap pasang gambar tersebut.

Terakhir, peneliti mengambil gambar wajah masing-masing pria. Mereka diminta untuk berekspresi senetral mungkin. Jepret! Jadilah foto mereka.

Oke, di akhir eksperimen I ini, jadi kita punya data semua pria, kadar testorsteronnya, foto mereka, dan pilihan mereka untuk tiap pasangan gambar. Misalnya, si Eric kadar testosteronnya sekian, foto wajahnya ini, dan untuk pasangan gambar 23, dia pilih gambar anak kecil. Begitu seterusnya.

Eksperimen II

Lanjut ke eksperimen bagian II. Kali ini, yang dikumpulkan adalah sekelompok wanita muda Amerika (usia 18 – 30 tahun).

Kepada wanita-wanita ini, ditunjukkan foto-foto wajah pria pada eksperimen I. Para wanita ini tidak mengenali pria-pria itu, tidak tahu kadar testosteron mereka, dan tidak tahu pilihan tiap pria pada uji preferensi visual (gambar orang dewasa vs. anak kecil). Wanita hanya ditunjukkan foto wajah pria saja.

Para wanita diminta untuk memberi penilaian atau rating pada tiap foto pria. Apakah pria tersebut:
  • Supel pada anak-anak?
  • Maskulin?
  • Memiliki fisik menarik?
  • Baik?
Bagaimana dengan hasilnya?

###

Wanita Dapat Menilai Keramahan Pria pada Anak Kecil secara Akurat

Hasilnya menarik! Pria yang fotonya dinilai wanita sebagai lebih “Maskulin” ternyata memiliki level testosteron yang lebih tinggi menurut data sebelumnya yang dimiliki para peneliti.

Dan lebih menarik lagi.. Terdapat korelasi yang cukup signifikan: foto pria yang dinilai wanita sebagai “Supel pada anak-anak” dengan pilihan pria tersebut pada uji preferensi visual (gambar anak kecil vs. orang dewasa).

Tidak berhenti sampai di situ. Para wanita juga diminta untuk mengelompokkan daya tarik pria secara keseluruhan sebagai pria yang cocok untuk:
  • Short-term romantic partner (pacaran sebentar untuk having fun aja)
  • Long-term romantic partner (untuk hubungan yang lebih berkomitment, seperti pernikahan)

Hasil yang ada membuktikan bahwa ayah yang baik itu SEKSI. Pria yang supel pada anak kecil itu SEKSI! Supelnya pria pada anak-anak akan melambungkan nilai seksinya di mata wanita <3

Dan ini sama-sama berlaku untuk pemilihan pasangan short-term dan long-term romantic relationship. Jadi, buat para pria nih, walaupun  kamu cuma mau cari wanita buat having fun aja ataupun emang mau cari istri, tunjukin deh ke wanita kalo lo itu supel sama anak kecil. Pasti tambah seksi di mata wanita ;)

Namun, ketika wanita dihadapkan pada pria yang sama-sama menarik secara fisik dan sama-sama baik, efek supel pada anak kecil hanya signifikan pada ketertarikan pada pria untuk long-term relationship. Dengan kata lain, pria yang suka anak kecil membuatnya secara spesial makin potensial untuk jadi calon suami!

Yeah, mungkin hasil penelitian ini mengungkap hal yang retoris. But, here I am, presenting you the scientific evidence B)

###

Bagaimana Wanita Menilai Keramahan Pria pada Anak-anak hanya dari Wajah saja?

Hebat ga tuh wanita, hanya dari wajah aja, udah bisa menerawang seorang pria supel atau tidak pada anak-anak, akurat lagi! Apa sih kuncinya?

Kuncinya adalah ekspresi wajah yang lebih ceria atau ramah. Walaupun para pria diminta untuk berekspresi senetral mungkin pas difoto, tapi tetep wajah yang “baby-friendly” itu adalah wajah yang lebih ceria. Mungkin juga sih kalau pria-pria yang supel pada anak-anak punya fitur wajah tersendiri. Tapi penelitian ini belum menemukan apa itu.

Wahai para pria,, kalo ketemu sama wanita tunjukkanlah wajah ramah dan ceria. Selain menunjukkan pribadi yang menarik, wajah ceriamu juga akan mensinyalkan kalo kamu supel pada anak kecil, berpotensi jadi calon suami!! Hehehe..

###

Implikasi Lain

Mungkin hasil penelitian di atas dapat diterapkan juga dari sisi sebaliknya. Pria mencari wanita. Wanita yang supel pada anak kecil makin seksi di mata pria. Tapi saya belum mencari penelitian khusus tentang itu.

Lebih lanjut, kembali ke pertanyaan awal di atas tadi. Apakah pria sebangsat itu fokusnya cuma mau nyebar benih aja? Nope, not really now.

Kebutuhan cowok untuk nyebarin gen, tapi juga punya kepentingan untuk ningkatin survival anak. Dan mengingat hot daddy memiliki nilai seksi plus-plus di mata wanita, pria kini sudah mulai menginvestasikan resource-nya ke keturunan. Ikut mengambil andil dalam mengurus dan membesarkan anak. Sila baca tulisan saya tentang Evolution of Fatherhood (Bahasa Indonesia) untuk ulasan lebih lanjut mengenai transformasi peran pria dalam mengasuh anak.

###

DISCLAIMER
Saya tidak memiliki hak cipta atas seluruh materi gambar yang ditampilkan di tulisan ini. Semua gambar diperoleh melalui fasilitas Google Images. Karena banyaknya gambar yang digunakan, sumber tidak dapat diantumkan satu per satu.

Read More...

27 December, 2012

Berbuat Baik itu Candu

Leave a Comment
Seseorang pernah bertanya, "Kenapa ya berbuat kebaikan itu kok kayaknya adiktif ?"

Coba ingat saat kamu berbuat kebaikan atau habis menolong orang, kamu pasti bisa merasakan betapa enaknya berbuat baik itu. Rasanya senang, damai, tentram.

Terlepas dari dogma yang diajarkan dari agama, banyak orang yang selalu berbuat baik bukan serta-merta menjalankan perintah agama. Perjalanan evolusi manusia telah melengkapi kita dengan mekanisme yang mendorong kita berbuat baik. Apa sesungguhnya dasar motivasi berbuat baik?

Bagaimana mekanisme otak terkait kecanduan kita berbuat baik? Apa yang terjadi di otak saat kita berbuat baik?

***

Dopamin di Otak

Salah satu jawaban dari pertanyaan di atas adalah keberadaan hormon dopamin di otak. Dopamin adalah salah satu jenis hormon kesenangan (pleasure hormone). Produksi dopamin di otak akan menimbulkan efek kesenangan, kenyamanan, rasa enak, high. Produksi dopamin dipicu ketika kita makan enak, ketika kita jatuh cinta, mencoba hal baru, mencoba hal menantang, ketika kita berbuat kebaikan.

Dopamin juga ditemukan pada otak binatang lainnya, khususnya mamalia. Dopamin pada otak binatang memiliki peran untuk membtuk perilaku yang memaksimalkan outcome tertentu. Efek kesenangan yang ditimbulkan dopamin ketika kita melakukan sesuatu akan mendorong kita untuk terus melakukan hal tersebut. Sederhananya. kita ketagihan akan efek yang ditimbulkan oleh dopamin. Memahami hal ini sepertinya tidak sulit ya bagi kita untuk membiasakan berbuat baik.

Berbuat baik --> banjir dopamin di otak --> efek kesenangan --> candu dopamin --> candu berbuat baik

Kamu bisa baca lebih lanjut tentang peran dopamin di otak di sini.

***

Gen

Ketika berbicara gen, kita akan berbicara tentang evolusi. Evolusi memiliki mekanismenya sendiri, salahsatunya adalah seleksi alam. Prinsip dasar dari seleksi alam adalah "survival of the fittest", siapa yang paling bisa beradaptasi dengan lingkungannya, dia yang akan survive, bukan yang terkuat.

Nah, salah satu perilaku manusia yang lolos, survived, dan masih kita kembangkan hingga sekarang adalah perilaku altruis. Perilaku altruis adalah kesediaan untuk berbuat baik karena menyadari suatu hal baik dilakukan dan tidak berbuat buruk karena sadar suatu hal berdampak buruk.

Penelitian menunjukkan bahwa pada kelompok spesies sosial, perilaku altruis dibutuhkan untuk dapat survive dan untuk menarik calon pasangan untuk tujuan reproduksi. Oleh karena itu, bagi manusia (Homo sapiens sapiens) yang telah survived melalui ribuan tahun seleksi alam dan seleksi sosial, perilaku altruis (berbuat baik sesama manusia) telah tertanam di gen kita, bahkan telah menjadi keunggulan khas manusia dibandingkan berbagai spesies lain. Cuma tiap orang bakat baiknya beda-beda aja, tergantung komposisi gen tadi.

Memakai skala yang lebih mikro, cowok atau cewek yang baiik dan ramah tentunya akan lebih menarik bukan dibandingkan cewek atau cowok yang jutek dan galak? ;)

***

Sirkuit Otak*

Selain hormon dan gen, sirkuit otak manusia juga mengambil peran. Pada otak manusia, terdapat 2 sirkuit yang kerjanya saling antagonis: Sirkuit Pahala** (Nucleus accumbens/NAcc) dan Sirkuit Altruis* (Obito Frontal Cortex)

Sirkuit NAcc dan OFC di Otak
Sirkuit NAcc dan OFC di Otak


Sirkuit Pahala
Tindakan seseorang didasari prinsip reward and punishment. Berbuat sesuatu karena ada maunya atau karena ada imbalannya, entah itu uang, hadiah, pujian, bahkan pahala. Tidak berbuat sesuatu karena ada larangannya atau takut kena hukuman atau takut dosa.

Sirkuit Altruis
Tindakan seseorang didasari oleh kebajikannya sendiri. Berbuat sesuatu karena sadar hal itu harus dilakukan atau memberikan kebaikan. Tidak berbuat buruk karena sadar suatu hal itu buruk, tidak baik dilakukan, atau merugikan orang lain. Karena empati.

Nah, sama dengan bakat gen tadi, perkembangan sirkuit tiap orang juga beda, bahkan tiap spesies beda. Pada proses pengambilan keputusan sebelum bertindak, kedua sirkuit ini bekerja secara antagonis.

Apakah seseorang berbuat baik hanya karena ada maunya? Apa karena ngejar pujian? Ngejar pahala doang? Atau dia berbuat baik ya karena dia sadar dia harus melakukan itu? Ga perlu diming-imingi reward, dia ikhlas melakukan hal itu. Ga ngarep pujian, ga ngarep hadiah, ga ngarep duit, ga ngarep surga!

Apakah seseorang menghindari suatu perbuatan karena cuma takut sama hukuman? Karena ada yang melarang? Karena lagi ada pak polisi? Takut dosa? Atau ia tidak berbuat buruk karena sadar betul hal itu merugikan? Karena rasa empatinya pada orang sekitar, pada lingkungan.

Konfrontasi kerja kedua sirkuit inilah yang membentuk motif tindakan atau aksi manusia tiap harinya. Motif untuk mengejar reward dan/atau berdasarkan empati memiliki rasionya sendiri dalam tiap tindakan manusia.

Bisa saja, kita berbuat A karena 80% ngarep pujian, 20% karena kesadaran empati kita. Atau bisa saja kita menghindari sebuah perbuatan, 20% aja karena takut hukuman, tapi 80% nya murni karena empati kita ke lingkungan, tidak mau merugikan orang lain.

***

Nah, bagaimana dengan kamu? Apa cerita kebaikanmu? Coba inget-inget perbuatan baik yang kamu lakukan terakhir kali. Kenapa kamu melakukannya? Berbuat baik kepada sesama karena ngarep reward atau karena empati? Share pengalamanmu di bagian komen ya :)

***

*Sumber: diskusi sains bersama dr. Ryu Hasan (neurosurgeon) dan Menrva Foundation Indonesia
**istilah yang dipakai dikutip langsung dari istilah yang digunakan oleh dr. Ryu 

Read More...

22 December, 2012

Picu Mimpi Indah, Hindari Mimpi Buruk

8 comments
Beberapa waktu yang lalu, salah satu teman gw mimpi buruk yang sangat kebetulan punya keterkaitan dengan realita yang ada.

Secara tidak sengaja, gw nemu artikel ini yang menguraikan hal yang bisa mempengaruhi mimpi, cara mimpi indah, penyebab mimpi buruk. Artikel ini menjadikan Dr. Barret, PhD, asisten profesor psikiatri klinis Harvard Medical School dan penulis buku The Committee of Sleep, sebagai narasumbernya. 

***

Pernah ga pas kamu lagi kesel sama seseorang, saking keselnya sama tuh orang, sampai kebawa mimpi berantem sama orang tersebut?

Ya, mimpi pada dasarnya adalah mekanisme otak kita dalam menginterpretasikan unresolved conflict (konflik yang belum terselesaikan). Selain unresolved conflict, ada lagi hal lain yang ga disangka-sangka mengambil peran dalam membangun scene mimpi kita.

***

1. Bau 

Sebuah studi menemukan bahwa menghirup aroma bunga di saat-saat tertentu di antara sleep cycle kita dapat memicu mimpi yang positif. Sedangkan bau sulfur dapat memicu mimpi yang negatif

Ah, tinggal semprot pengharum ruangan aroma bunga aja ya kalo gitu. Eits, ga ngaruh ternyata. Sepertinya bau masakan enyak atau si mbak dari dapur dapat ikut menginfiltrasi mimpi kita.

Trus gimana dong? Jika memungkinkan, posisikan ruang tidur dekat dengan taman bunga dan tidak terkena langsung aroma dari dapur.

2. Suara 

"Naak, bangun naakk. Naak, banguun!"

Realita: mama mu sedang berusaha membangunkanmu dari tidur lelap untuk siap-siap berangkat sekolah
Mimpimu: alien raksasa bersuara nyaring mencoba menaklukan bumi dengan suara gledeknya

1 detik, 2 detik, kamu terbangun, "oh suara mama toh", dan kamu bangkit dari kasur dengan malasnya.

Terdapat sebuah celah kecil bagi suara untuk menginfiltrasi otak selama kita tidur. Dr. Barret menyatakan bahwa suara tersebut harus cukup kecil sehingga tidak membangunkan kita, tapi cukup keras agar dapat ditangkap otak.

Idenya adalah tidur dengan ditemani suara gelombang ombak biar bisa mimpi lagi leha-leha di pantai Derawan. Atau tidur ditemani suara cuitan burung biar bisa mimpi lagi berada di puncak Semeru.

3. Makanan Pedas

Sederhana aja sih. Makan super pedas, perut super mulas. Perut ga enak, mimpi pun ga enak. Usahakan makan besar 2 jam sebelum tidur dan hindari makanan yang bikin perut ajojing ketika tidur.

4. Tidur Tengkurep

Good news! 
Mau mimpi basah? Tidur tengkureplah! Hahaha!

Studi yang diterbitkan pada Journal of Dream menyebutkan bahwa tidur tengkurep dapat memicu mimpi memadu kasih dengan selebritis pujaan atau mimpi diikat. Peneliti berhipotesis, kemungkinan hal ini terjadi karena pola nafas saat kita tidur tengkurep atau telungkup sama dengan pola nafas saat kita sedang bercinta.

5. Anti Depressant

Bagi Anda yang mengkonsumsi obat anti depressant, khususnya kelas SSRI (Prozac, Zoloft, Cipralex, dan sebagainya), perlu diketahui bahwa obat kelas ini dapat memicu mimpi buruk.

Temuan menunjukkan bahwa obat anti depressant membuat fase REM (Rapid Eye Movement) atau fase kita bermimpi lebih intens. Hal ini merupakan salah satu efek samping dari obat tersebut. Jika hal ini terjadi dan mengganggu Anda, konsultasikan dengan dokter Anda.

6. Berhenti Merokok

Jika Anda sekarang dalam usaha lepas dari kebiasaan merokok, kemungkinan Anda akan lebih banyak mengalami vivid dream. Vivid dream atau lucid dream adalah fase mimpi di mana ketika mengingat segala hal yang terjadi di mimpi tersebut. Nicotine withdrawal atau penghentian konsumsi reguler nikotinlah yang memacu otak untuk bermimpi lebih banyak.

Saran dari Patrick McNamara, PhD, kepala Laboratorium Evolutionary Neurobehavior Boston University School of Medicine: Bertahanlah! Otak Anda akan calm down lagi kok. Dan jantung Anda pun akan lebih bersih :)

7. Tidur Ketika Lapar

Perut keroncongan dibawa tidur membuat kamu mimpiin makanan-makanan yang bikin ngiler.

Bahkan, berdasarkan sebuah studi, pasien-pasien anorexic di bawah pengawasan Dr. Ware, selalu mimpi tentang makanan. Anorexia adalah sebuah kelainan yang membuat pengidapnya sangat amat membatasi asupan makanan dan sangat amat takut kiloannya naik. 

Enak dong mimpiin makanan enak? Kagak! Perut lo tetep aja laper trus tidur lo ga nyenyak.

Anorexic People
Sumber gambar:
http://ednos.healthrisks.biz/severely-anorexic-people/
http://www.rayur.com/anorexia-nervosa.html


8. Segala yang Horor

Mbok ya sebelum tidur itu baca dongeng indah atau berfantasi yang enak-enak, bukannya malah nonton film horor.

Tidak hanya film, semua hal yang bersifat 'horor' dapat mempengaruhi mimpi lho. Mulai dari suara horor, buku horor, acara hantu di TV, sampe cerita horor sebelum tidur (oh I really hate that person who "eh, cerita horor yuk" before going to bed). Semua hal horor ini dapat menciptakan adegan horor di mimpi kita. 

Kalo udah terlanjur ngeliat pocong di TV gimana dong? :(
Ambil waktu sejenak buat refresh otak. Coba browsing gambar kucing yang lucu-lucu. Atau beralihlah pada gambar pria/wanita seksi *wink*

9. Kehamilan dan Masa Setelah Melahirkan

Bayi Anda hilang, Anda kelabakan mencarinya, mencengkram tempat tidur Anda bahkan suami Anda untuk meminta pertolongan.

Apakah mimpi buruk ini adalah mimpi yang umum dialami wanita hamil atau yang baru saja melahirkan? Jawabannya, IYA!

Sebuah studi menemukan bahwa hal ini saangatlah umum. Hal ini terjadi karena pada masa kehamilan atau baru melahirkan, wanita mengalami campuran emosi yang ga karuan, kurang tidur, dan fluktuasi hormon.

Dan seperti hal-hal biologis lain yang terjadi pada tubuh wanita hamil, hal ini juga tidak dapat dikontrol. But it's okay. No need to worry. Justru ini menunjukkan bahwa otak sedang 'membantu' Anda beradaptasi menghadapi fase besar ini. Jadikanlah ini sebagai sumber penenang pikiran Anda :)

***

So, apa mimpi kamu semalam? Adakah kamu sadari hal-hal di atas mempengaruhi adegan mimpi kamu semalam? Jadi bisa tau kan cara mimpi indah. Bisa tau juga apa penyebab mimpi burukmu semalam. Bagi pengalamanmu di sini.




Read More...