Showing posts with label Love. Show all posts
Showing posts with label Love. Show all posts

21 August, 2013

You + Me = Awesome

1 comment

Rasa Percaya Diri (PD) karena menyadari betapa berharganya diri kamu: sangat seksi, menarik, dan menawan hati!!!  

Percaya Diri adalah CURRENCY alias MATA UANG dalam transaksi percintaan, berlaku sejak PDKT hingga pacaran atau merit.  


Apa efek minim PD saat pacaran/merit? Cemburu, parno'an, wajib rajin lapor, kasar, banyak peraturan, posesif..  


Kalo kamu aja sulit untuk Percaya DIRI, ya jelaslah bakalan jauh lebih sulit untuk bisa Percaya DIA..


Kalo saat single kamu minim PD, jangan mimpi setelah pacaran bisa naik PD-nya. Karena justru jadi makin insecure & ambruk!  


PD minim bikin kamu sulit hadapi MASALAH hubungan. Dan juga sulit benar-benar percaya bahwa pasangan SAYANG kamu! 


Menyayangi kekasih yang tidak Percaya Diri itu SULIT, karena dia sering tidak yakin dia layak dipuji, disayang, dsb. 


Orang yang minim PD juga suka CURHATin isu hubungan sama temen-temennya yang kadang justru bikin dia makin ilang PD. ;)  


Gimana kalo kamu & kekasih minim PD? Hubungan bisa tahan lama sih (karena ketergantungan), tapi berat capek men beraaaat.. :D  


Gimana kalo salah satu pihak minim-PD? Biasanya pihak yg minim-PD tetep minim, tapi pihak yg sudah-PD jadi berkurang..  


So, PD itu wajib.. Atau kamu akan menyakiti diri sendiri dan menyia-nyiakan orang yang sudah menyayangi kamu! 


Untuk setiap detik kamu meragukan kekasihmu, kamu sedang menyabotase kemampuanmu untuk mencintai.. ;) 


Hubungan cinta itu KADANG memuaskan, BISA SAJA membahagiakan, tapi yang jelas SANGAT mendewasakan.. ;) 

Ya, hubungan cinta itu mendewasakan, tapi wajib dewasa dulu baru berhubungan. Bukannya berhubungan supaya jadi dewasa!  

Kalo sedikit-sedikit sensi, ngambek, drama, dsb, ya itu bukan hubungan yg mendewasakan.. tapi membinasakan! :p  

Kamu akan sulit bahagia dengan pasangan/hubungan kamu jika kamu sibuk memperhatikan pasangan/hubungan orang lain..  

Bantu kekasih kamu menjadi sosok yang DIA impikan. Bukannya menjadi sosok yang KAMU impikan.  

Tidak perlu takut dukung impian kekasih kamu. Karena setelah berhasil, kamu makin menjadi bagian terpenting dalam hidupnya!  

Kenali kelebihan/kekuatan pasangan kamu. Dan gunakan itu sebagai energi baginya mengatasi kekurangan/kelemahannya.  

Itu sebabnya sebelum pacaran/merit mesti masing-masing sudah bahagia dulu. Supaya jadi ga egois nuntut dibahagiain!  

Kalo sudah sama-sama bahagia, kamu & kekasih jadi bisa melipatgandakannya.. Bukannya sibuk merawat satu sama lain.  

Sekalipun sudah pacaran/merit, kebahagiaan tetap adalah tanggung jawab diri sendiri.

*karena jika kita sendiri tidak bisa membahagiakan diri kita, bagaimana kita bisa membahagiakan orang lain??*
Disadur dari kultwit #faktacinta @lexdepraxis
.
.
~ We're awesome.
I'm awesome. You're awesome.
But I make you more awesome. And you make me more awesome.
So darling, let's grow and get adventures together!! ~


Read More...

22 July, 2013

Cewek Matre vs. Cowok Cabul

8 comments
Ada pandangan yang lumayan umum beredar di dunia petualangan cinta manusia:
"Kenapa sih pria itu cenderung melihat fisik aja?"
"Kenapa sih cewe matre?"

Percaya atau tidak, jawabannya dapat dijelaskan dari sejarah/perjalanan evolusi manusia.

Manusia (Homo sapiens sapiens) sebagai spesies memiliki tujuan untuk bertahan hidup (survive), melestarikan spesiesnya dengan cara bereproduksi. Membesarkan keturunan untuk mengestafetkan gennya. Evolution drive (dorongan evolusi) ini mempengaruhi insting biologi manusia, dan tanpa kita sadari membentuki social behavior (perilaku sosial) kita.

***

Apa yang Dicari Wanita dari Pria?
Pertama tentang wanita. Wanita harus hamil dan mengasuh keturunannya. Oleh karena itu, wanita membutuhkan security dan stabilitas akan resource yang menunjangnya menjalankan peran ibu, "pengasuh anak". Salah satunya adalah resource finansial!

Nah, itu kenapa ketika mencari pasangan, wanita itu agak "matre". Mencari pria yang sudah mapan, dapat menafkahi keluarga serba berkecukupan, bahkan cari calon suami yang kaya raya (sinetron banget ga sih..). Semuanya berakar dari insting biologis si wanita tadi, menjalankan perannya sebagai "pengasuh", agar misi pelestarian spesies dapat dipenuhi.

Apa yang Dicari Pria dari Wanita?
Di sisi lain, insting primitif biologis pria lebih sebagai "penyebar benih". Sebagai penyebar benih, pria ingin benihnya diestafetkan melalui "medium" yang high quality. Pria ingin memastikan bahwa "penerima" benihnya berkualitas, dalam hal ini ya pasangan wanitanya.

Ini mengapa pria lebih melihat fisik tubuh wanita dalam mencari pasangan. Karena pysichal appeareance adalah sinyal dari gen yang sehat dan berkualitas. Wajah cantik jelita, badan bahenol, payudara mantep. Ya itu semua sinyal gen yang sehat dan ternutrisi baik.

"Ga gitu juga kali fan. Ga semua pria mupeng fisik, ga semua wanita matre."
Iya saya mengerti. Saya menjabarkan behaviour secara umum, generalisasi. Exception per case ya pasti ada.

***

Ayah yang Baik, Pria Idaman Wanita

Walaupun demikian, seiring perjalanan evolusi manusia, pria yang mulai 'menyadari' dan menginvestasikan resource-nya (uang, waktu, dan emosional) dalam parenting/mengasuh anak (fatherhood) ternyata meningkatkan survival rate. Oleh karena itu, insting biologis pria kini tidak hanya sekedar sebagai "penyebar" benih. Akan tetapi, pria kini juga mau mulai fokus menginvestasikan waktu dan emosionalnya ke anak. Menjadi ayah yang baik..

Hal ini pun turut mempengaruhi insting wanita lagi. Si wanita kini tidak hanya sekedar melihat finansial si pria, tapi juga mulai melihat kualitas si pria, "dia bisa menjadi ayah yang baik ga ya? bisa menjadi kepala keluarga yang baik ga ya?"

***

Pornografi vs. Novel Romantis

Nah, ini juga bisa menjawab, mengapa pria lebih suka menonton film bokep (porn) dan kenapa wanita lebih suka membaca novel romantis?

Pria memiliki insting biologis primitif untuk lebih melihat penampilan fisik. Nah, film bokep (porn) sangat menyuguhkan itu.

Di sisi lain, wanita memiliki insting untuk mencari "sponsor" keluarga terbaik. Nah, novel romansa sangat menyuguhkan itu. Hal-hal romantis yang dilakukan pria (yang digambarkan di novel itu) adalah sinyal yang ditangkap wanita bahwa si pria mau (willing) untuk menginvestasikan resource-nya (finansial, waktu, dan emosional) dalam sebuah hubungan, bahkan untuk menjadi "sponsor" keluarga yang baik.

Pemahaman yang serupa juga dapat menjawab, mengapa pada social media (FB dan Twitter, dll) atau online dating site, pria cenderung lebih memperhatikan profile picture akun wanita sedangkan wanita lebih membaca isi profil si pria.

***

Sperma Favorit

Bahkan, insting biologis wanita ini tetap konsisten pada 'pasar' sperm bank.

Di US, contohnya, terdapat biro jodoh yang melibatkan mekanisme sperm bank. Para pria memberikan sampel sperma mereka untuk dianalisis menjadi profil mereka. Profil (hasil analisis sperma pria) akan disuguhkan ke klien. Klien biro jodoh ini adalah wanita yang sedang mencari pasangan. Dengan analisis sperma pria, kita dapat mengetahui primanya biologis si pria. Dari analisis sperma pria, dapat diketahui, histori atau penyakit bawaan, projeksi fisik si pria (bisa dianalisis lho, si pria dengan sperma ini, ganteng apa enggak), dan juga tentunya personality si pria.

Tahukah kamu? Sperma, eh pria yang paling "laku" atau jadi favorit klien wanita?
'Sperma favorit' adalah sperma dengan profil pria yang memiliki personality yang baik, the Nice Guy..

Para wanita ini yaa. Ga fisik, ga interaksi sosial, ga analisis sperma, teteup intuisinya menseleksi pria yang baik. Hehehe..

"Yah, masa harus submit sperma dulu fan biar para wanita tau saya bisa jadi ayah yang baik? Indikator nice guy lain yang bisa disinyalkan apa?"

Sinyal "ayah baik" lainnya adalah kepribadian yang ramah (baik), murah senyum, daaannn... supel pada anak kecil.

Baca lebih lanjut :
Ayah Seksi: Pesona Pria yang Supel pada Anak-anak
Pria-pria yang friendly sama anak kecil, dapat meningkatkan nilai seksinya di mata wanita (consciously or unconsciously), bahkan bagi wanita yang hanya mencari "fun" saja (tidak mencari hubungan yang serius).

Itu juga kenapa, wanita-wanita suka pada heboh melhiat pria seksi yang gendong anaknya di mall atau sambil membawa stroller anaknya. Nilai seksinya plus plus deh.

***

Sumber:
Menyusul!!
Hehehe. Histori sumber saya kehapus, jadi harus cari satu per satu lagi link nya. Akan saya update segera.

Read More...

17 July, 2013

Kamu Salah, Aku Benar

5 comments

Ketika kamu tiba-tiba memiliki impuls untuk mengkoreksi seseorang (khususnya orang terdekat), tanya dulu ke diri kamu: apakah karena 1. kamu ingin menjadi 'benar'? atau 2. kamu benar-benar peduli kepadanya?

Kedua motif ini tentunya berbeda. Motif 1 adalah semata-mata ego atau kebanggaan kamu untuk selalu benar. Motif 2 adalah kasih sayang (welas asih) kamu untuk melihatnya menjadi lebih baik lagi. 

Jika benar itu karena soal ego kamu semata untuk merasa paling/selalu benar,, tahan diri kamu! Hubungan kamu jauh lebih berharga daripada ego mu.

Mana yang lebih penting, ego kamu atau keharmonisan hubungan kalian?

Jika benar itu karena tulus kasih sayang kamu untuk melihatnya lebih baik lagi dan koreksi itu memang perlu dilakukan, sampaikanlah dengan cara asertif..

Karena ngomel hanya bikin orang males! Because ngomel just push people away..

Simak ilustrasi dengan 2 skenario penyampaian berikut.
A = kalimat agresif a.k.a ngomel
B = kalimat asertif

*antrian diselak*
A: Woi nj*ng, jangan asal nyerobot dong!
B: Maaf mas, saya sudah mengantre duluan :)

*si cowok lupa jemput pacar karena keasikan main futsal*
A: Alah, bilang aja kamu males kan jemput aku? Ga usah kasih janji kalo gitu. Kamu udah ga sayang lagi sama aku.
B: Aku tau kamu senang olahraga dan aku juga seneng ngeliat kamu punya banyak temen, tapi aku bakal menghargai kalo kamu bisa nepatin janji kamu jemput aku sore tadi *pasang wajah sedih cute bikin ga nahan*

*lagi survey cari rumah baru ceritanya, rutenya masih meraba-raba*
A: Tuh kan kelewatan! Kamu ini gimana sih? Udah dibilangin belok kiri. Jauh lagi deh muternya. Tuh lah ngelamun aja!
B: Wah sayang, kita kelewatan. Ternyata bener belok kiri yang tadi. Kamu ga kecapekan nyetir kan? Yaudah kita muter lagi aja. Berarti lain kali, kita udah tau ya jalannya. :)

*si mama nyuruh anaknya mengurus sesuatu*
A: Gimana lah kamu ini? Kan mama udah bilang caranya itu begini. Masa gitu aja ga becus. Bongak sih!
B: Ya salah ya? Yaudahlah, mau gimana lagi. Mungkin mama juga kurang jelasin dengan jelas. Ntar kita urus sama-sama deh. Kamu bingung yang bagian mana?

Kalo kamu menempatkan diri sebagai lawan bicara di tiap case, apa reaksi kamu untuk setiap skenario kalimat? 
Mana kalimatnya yang lebih enak didenger? ;) 
Mana yang kalimatnya lebih menunjukkan belas kasih dan bakal lebih kamu hargai? :)

Ayam atau Bebek?

Sepasang pengantin baru tengah berjalan bergandengan tangan di sebuah hutan pada suatu malam musim panas yang indah, seusai makan malam. Mereka sedang menikmati kebersamaan yang menakjubkan tatkala mereka mendengar suara di kejauhan: “Kuek! Kuek!”

“Dengar, itu pasti suara ayam”, kata si istri.

“Bukan, bukan. Itu suara bebek, “kata si suami.

“Nggak, aku yakin itu ayam,” si istri bersikeras.

“Mustahil. Suara ayam itu ‘kukuruyuuuuk’, bebek itu ‘kuek kuek'. Itu bebek, sayang “, kata si suami dengan disertai gejala-gejala awal kejengkelan.

“Kuek! kuek!” terdengar lagi.

“Nah, tuh! Itu suara bebek, “ kata si suami.

“Bukan, sayang. Itu ayam. Aku yakin betul,” tanda si istri sembari menghentakkan kaki.

“Dengar ya! Itu a..da..lah.. Be..bek. B-E-B-E-K. Bebek! Ngerti ?” suami berkata dengan gusar.

“Tapi itu ayam”, masih saja si istri bersikeras.

“Itu jelas-jelas bue..bebek, kamu…kamu….” (terdengar lagi suara “Kuek ! Kuek !” sebelum si suami mengatakan sesuatu yang sebaiknya tak dikatakannya.)

Si istri sudah hampir menangis, “Tapi itu ayam…. “

Si suami melihat air mata yang mengambang di pelupuk mata istrinya, dan akhirnya ingat kenapa dia menikahinya. Wajahnya melembut dan katanya dengan mesra, “Maafkan aku, sayang. Kurasa kamu benar. Itu memang suara ayam kok.”

“Terima kasih, sayang, “ kata si istri sambil menggenggam tangan suaminya.

“Kuek! Kuek!”, terdengar lagi suara di hutan, mengiringi mereka berjalan bersama dalam cinta.

Maksud cerita di atas bahwa si suami akhirnya sadar: siapa sih yang peduli itu ayam atau bebek? Yang penting adalah keharmonisan mereka, yang membuat mereka dapat menikmati kebersamaan pada malam indah itu. Berapa banyak hubungan yang hancur hanya gara-gara persoalan sepele? Berapa banyak perceraian terjadi karena hal-hal “ayam atau bebek”?

Ketika kita memahami cerita tersebut, kita akan ingat apa yang menjadi prioritas kita. Pernikahan jauh lebih penting ketimbang mencari siapa yang benar tentang apakah itu ayam atau bebek. Lagi pula, betapa sering kita merasa yakin, amat sangat mantap, mutlak bahwa kita itu benar, namun belakangan ternyata kita salah. Lho, siapa tahu? Mungkin saja itu adalah ayam yang direkayasa genetik sehingga bersuara seperti bebek!

situasi dan tokoh dapat disesuaikan dan diganti: konteks pasangan, orang tua-anak, sesama teman, atau atasan-bawahan

***

Apakah kamu suka ngomel? Apa rasanya mendengarkan orang ngomel dan berkomunikasi agresif? Pernahkah kamu ribut ga karuan sampai lupa apa yang diributin? Sampai kamu sadari kalo siapa yang benar itu ga penting, lebih penting hubungan yang dibangun.

Share cerita kamu di bagian komen ya :)
Dan jika kamu suka tulisan ini, bantu share ya ;)

Sumber:
Kisah Ayam atau Bebek diambil dari buku Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya #1 by Ajahn Brahm
Penggalan twit @keisavourie
http://indrawakaf.blogspot.com/2011/01/komunikasi-asertif.html

Read More...

15 June, 2013

Sayap-sayap Belas Kasih

1 comment

Jika belas kasih dibayangkan sebagai seekor merpati yang anggun, kebijaksanaan adalah bagaikan sayap-sayapnya. Belas kasih tanpa kebijaksanaan tak akan dapat tinggal landas.

Suatu hari, seorang anggota pramuka ingin menunjukkan perbuatan baiknya pada hari itu dengan membantu menyeberangkan seorang nenek di jalanan yang ramai. Masalahnya, si nenek sebenarnya tak ingin menyeberang, tetapi dia merasa sungkan memberitahukan hal itu kepada si anak pramuka.

Cerita tersebut, sayangnya, menggambarkan ada terlalu banyak hal yang terjadi di dunia atas nama belas kasih. Kita kelewat sering mengira bahwa kita tahu apa yang dibutuhkan oleh orang lain.

Seorang pemuda, yang terlahir tuli, tengah mengunjungi dokter untuk pemeriksaan rutin dengan ditemani oleh kedua orang tuanya. Dengan bersemangat sang dokter memberitahu orang tua si pemuda mengenai suatu prosedur pengobatan terbaru yang baru-baru ini dibacanya dari sebuah jurnal kedokteran. Sepuluh persen dari orang-orang yang terlahir tuli dapat dipulihkan kembali pendengarannya melalui sebuah operasi sederhana dan tidak mahal. Sang dokter bertanya kepada orang tua si pemuda apakah mereka ingin mencobanya. Orang tua si pemuda dengan segera mengiyakan.

Pemuda itu adalah salah satu dari sepuluh persen orang-orang tuli yang dapat dipulihkan kembali pendengarannya, namun dia malah menjadi sangat marah dan jengkel kepada kedua orang tua dan dokternya. Dia tidak mengetahui apa yang mereka rembukkan saat pemeriksaan rutinnya. Tak seorang pun yang menanyakan kepadanya apakah dia ingin bisa mendengar. Sekarang dia mengeluh karena dia harus menahan siksaan suara-suara ribut yang terus menerus, yang mana hanya sedikit saja yang dia pahami. Sebenarnya dia memang tidak pernah ingin dipulihkan pendengarannya.

Kedua orang tuanya, dokter, dan saya sendiri, sebelum membaca cerita ini, beranggapan bahwa setiap orang pasti ingin dapat mendengar. 

Kita pikir kita selalu tahu apa yang terbaik. Belas kasih yang mengandung asumsi seperti itu sungguh tolol dan berbahaya. Itu menyebabkan begitu banyak penderitaan di dunia.

***

Story by Ajahn Brahm
Image by Gulfu
***

Read More...

06 January, 2013

Ayah Seksi: Pesona Pria yang Supel pada Anak-anak

1 comment

Sebelum saya cerita tentang "Ayah Seksi: Pesona Pria yang Supel pada Anak-anak",  saya mau share dulu tentang strategi pria dan wanita dalam mencari pasangan biar nyambung dan dapet background story-nya :) 

  
Strategi Pedekate

Saya akan mengutip sebuah kultwit dari @MenrvaFoundation: Diskusi sains bersama Sabda PS: Asal-usul Cinta dan Perilaku Seks dari Sisi Evolutionary Psychology.

Mulai diskusi dengan tema: Origins of Love and Sexual Behavior, dibahas dari sisi Evolutionary Psychology.

Natural selection is mathematical inevitability. Artinya, bisa "dihitung" bahwa behavior seperti apa yang akan survive.

Dengan evolutionary model, kita bisa menjelaskan kenapa kita berperilaku, kenapa kita bermoral, dan lain-lain.

Evolusi udah banyak dan jelas evidence-nya: genetik, fosil, dll. Nah sekarang, kalo evidence dari perilaku gmana?

Kenapa kita berperilaku seperti ini, khususnya dalam mating (mencari pasangan)?

1. Cowo bisa menghasilkan sperma jutaan sekaligus, dan sampe umur berapa pun

2. Cewe gak seperti itu. Sebulan satu dan bahkan ada menopause. Plus, perempuan harus menyusui setelah anak lahir (mengurus).

Nah, hal ini membuat strategi cewe sama cowo itu beda.

Cewe nyari cowo yg bagus secara genetik dan yang punya resource untuk "biayain" anaknya.

Sedangkan cowo nyari cewe yg mau sama dia aja. Selain masalah genetik untuk cowo ya.

Nah, ini membuat cewe lebih selective untuk potential mate.

Manusia sebagai salah satu spesies penghuni bumi, hidup untuk survive. Gimana salah satu usaha manusia untuk survive? Cari pasangan, meneruskan keturunan. Kultwit di atas memaparkan perbedaan strategi mencari pasangan bagi pria dan wanita. Mekanisme biologis manusia secara sadar atau tidak sadar telah mempengaruhi mindset psikologi dan perilaku sosial manusia.

Wanita menghasilkan ovum cuma sebulan sekali, cuma satu, ntar ada menopause lagi, makanya wanita jadi selektiiif banget dalam cari pasangan. “Benih ku cuma satu, udah satu mesti nunggu sebulan, terbatas lagi, ya gw ga mau sembarangan lah”. Beda sama cowok! Tiap pagi, sperma ngucur, jutaan, sampe akhir hayat lagi. Yaudah, cowok bakal mikir, “nih siapa yang mau benih gw” (aduh bahasa kuu :p).

Tapi apa cowok sebangsat itu, seenaknya sendiri? Eits, tunggu dulu! Jawaban dari pertanyaan ini akan terjawab di akhir tulisan ini. Pria tidak melulu pikirannya untuk nyebar benih, lebih dari itu. Keep on reading guys ;)

"Mekanisme biologis reproduksi internal --> perilaku social --> cewek lebih selektif."

###

Apa yang Dicari Wanita dari Pria?

Oke, saya udah jelasin kenapa wanita itu lebih selektif dari pria dalam memilih pasangan. Selanjutnya, apa sih yang dicari wanita dari seorang pria? Mari kita pinjam falsafah hidup orang Jawa: Bibit, Bebet, Bobot!

1. Bibit: Wajah rupawan dan Maskulinitas. Wajah ganteng nan rupawan dan macho-nya pria itu mensinyalkan gen yang bagus. Walaupun definisi ganteng itu relatif untuk tiap orang, tapi tetep gen yang bagus mensinyalkan gen yang bagus, gen yang sehat. Maskulinitas/ke-macho-an (lekuk wajah, facial hair/brewok dan bulu-bulu lainnya, suara berat becek basah abis) seorang pria merupakan indikator kadar testosteron di tubuhnya. Testosteron mempengaruhi sistem imun tubuh. Pria macho dengan kadar testosteron yang ‘unggul’ akan membuat ia lebih kebal (resistant) terhadap beberapa jenis penyakit. Maka wajarlah kalo wanita suka pria ganteng nan rupawan. Insting biologi wanita akan mencari pasangan benih yang berkualitas. Ya ini juga berlaku sebaliknya ya pada konteks pria suka wanita cantik tentunya. Mekanisme biologi mempengaruhi perilaku sosial, sadar atau tidak sadar.

2. Bebet. Si pria berasal dari keluarga baik-baik dan memiliki kerabat yang baik pula.

3. Bobot: Mapan dan Baik Hati. Kemapanan dan kebaikan hati seorang pria kadang dijadikan indikator kesediaan pria untuk berkeluarga dan meneruskan keturunan.

Tapi... Bebet dan bobot kini tidaklah cukup dijadikan indikator kesungguhan pria untuk berkeluarga. Banyak pria yang mapan, tapi ga sungguh-sungguh untuk berkeluarga. Banyak pria yang baik, tapi ga serius mau ngurus anak. Banyak pria yang berasal dari keluarga baik-baik tapi ga mau invest resource-nya ke sebuah keluarga, meneruskan keturunan.

Lalu, apa ada indikator lain yang dapat lebih diandalkan untuk memprediksi kesungguhan pria untuk berkeluarga?

###

Ayah yang Baik = Ayah yang Seksi

Nah, di sinilah sebuah studi yang diulas oleh Gwen Dewar, PhD, yaitu “Sexy dads: The allure of men who like babies“ masuk untuk menjawab pertanyaan di atas.

Ada sebuah tulisan oleh @keisavourie dalam kultwitnya mengenai Illusion of Choice:
Di mata wanita, gak ada yang lebih sexy dari pria ganteng yang lagi gendong anak :) Ketika lagi gendong anak (dan punya istri) sosok pria jadi kinclong dan menarik di mata semua wanita. Terlihat matang.

Ryan Gosling ganteng... Tapi coba Ryan Gosling sambil gendong anak kecil? Bukan anaknya lho ya, doski kan belum punya anak :p Darius Sinathrya ganteng... Tapi coba Darius sambil gendong anaknya? Dijamin para wanita tambah klepek-klepek, tambah “kyaa.. kyaa

Here here ladies, sexy men with kids <3 You're welcome..


*saya mendapat banyak masukan tentang siapa aja seleb pria yang berprediket sebagai hot daddy, tapi karena keterbatasan mbah Google, cuma yang di atas yang bisa saya kompilasikan :)

Whoa, did I hear something? What sound is that? I hope that's not your ovaries exploding. Hahaha.

Sekarang saya nanya, pilih gambar yang sebelah kiri apa kanan? Pilih gambar mereka solo atau pas gendong anak? Umumnya, para wanita akan memilih gambar kanan, pria sambil gendong anak, hot daddy!

Umumnyaaa.. Umumnya loh ya! Saya tau pasti ada yang protes, “Ah enggak kok fan, gw lebih suka gambar mereka solo”. Saya ngerti kok. Exceptionoutlier/ pengecualian itu (kemungkinan besar) pasti ada dalam sebuah populasi. Atau saya bikin perbandingan gambar yang kurang adil ya? Hahaha.

Yaudah deh, saya ceritain aja langsung eksperimen ilmiahnya. Eksperimen ini diprakarsai oleh James Roney dan rekannya (2006). Mereka penasaran apakah keramahan pria pada bayi membuat pria lebih seksi di mata wanita. Eksperimen ini terbagi menjadi 2 bagian: eksperimen I pada pria dan eksperimen II pada wanita.

Eksperimen I

Pada eksperimen pertama, dikumpulkanlah beberapa pria muda Amerika (usia 18 – 30 tahun).

Peneliti kemudian mengumpulkan data testosteron tiap pria. Si A, punya kadar testosteronnya berapa, si B berapa. Kadar testosteron mengindikasikan maskulinitas dan kemachoan pria (suara berat, lekuk wajah, facial hair, dsb).

Lalu, mereka menjalani uji preferensi visual. Kepada pria-pria ini ditunjukkanlah sederetan pasangan gambar. Tiap pasang gambar terdiri dari gambar anak kecil dan gambar orang dewasa. Pria diminta memilih suka yang mana, gambar anak kecil atau gambar orang dewasa untuk tiap pasang gambar tersebut.

Terakhir, peneliti mengambil gambar wajah masing-masing pria. Mereka diminta untuk berekspresi senetral mungkin. Jepret! Jadilah foto mereka.

Oke, di akhir eksperimen I ini, jadi kita punya data semua pria, kadar testorsteronnya, foto mereka, dan pilihan mereka untuk tiap pasangan gambar. Misalnya, si Eric kadar testosteronnya sekian, foto wajahnya ini, dan untuk pasangan gambar 23, dia pilih gambar anak kecil. Begitu seterusnya.

Eksperimen II

Lanjut ke eksperimen bagian II. Kali ini, yang dikumpulkan adalah sekelompok wanita muda Amerika (usia 18 – 30 tahun).

Kepada wanita-wanita ini, ditunjukkan foto-foto wajah pria pada eksperimen I. Para wanita ini tidak mengenali pria-pria itu, tidak tahu kadar testosteron mereka, dan tidak tahu pilihan tiap pria pada uji preferensi visual (gambar orang dewasa vs. anak kecil). Wanita hanya ditunjukkan foto wajah pria saja.

Para wanita diminta untuk memberi penilaian atau rating pada tiap foto pria. Apakah pria tersebut:
  • Supel pada anak-anak?
  • Maskulin?
  • Memiliki fisik menarik?
  • Baik?
Bagaimana dengan hasilnya?

###

Wanita Dapat Menilai Keramahan Pria pada Anak Kecil secara Akurat

Hasilnya menarik! Pria yang fotonya dinilai wanita sebagai lebih “Maskulin” ternyata memiliki level testosteron yang lebih tinggi menurut data sebelumnya yang dimiliki para peneliti.

Dan lebih menarik lagi.. Terdapat korelasi yang cukup signifikan: foto pria yang dinilai wanita sebagai “Supel pada anak-anak” dengan pilihan pria tersebut pada uji preferensi visual (gambar anak kecil vs. orang dewasa).

Tidak berhenti sampai di situ. Para wanita juga diminta untuk mengelompokkan daya tarik pria secara keseluruhan sebagai pria yang cocok untuk:
  • Short-term romantic partner (pacaran sebentar untuk having fun aja)
  • Long-term romantic partner (untuk hubungan yang lebih berkomitment, seperti pernikahan)

Hasil yang ada membuktikan bahwa ayah yang baik itu SEKSI. Pria yang supel pada anak kecil itu SEKSI! Supelnya pria pada anak-anak akan melambungkan nilai seksinya di mata wanita <3

Dan ini sama-sama berlaku untuk pemilihan pasangan short-term dan long-term romantic relationship. Jadi, buat para pria nih, walaupun  kamu cuma mau cari wanita buat having fun aja ataupun emang mau cari istri, tunjukin deh ke wanita kalo lo itu supel sama anak kecil. Pasti tambah seksi di mata wanita ;)

Namun, ketika wanita dihadapkan pada pria yang sama-sama menarik secara fisik dan sama-sama baik, efek supel pada anak kecil hanya signifikan pada ketertarikan pada pria untuk long-term relationship. Dengan kata lain, pria yang suka anak kecil membuatnya secara spesial makin potensial untuk jadi calon suami!

Yeah, mungkin hasil penelitian ini mengungkap hal yang retoris. But, here I am, presenting you the scientific evidence B)

###

Bagaimana Wanita Menilai Keramahan Pria pada Anak-anak hanya dari Wajah saja?

Hebat ga tuh wanita, hanya dari wajah aja, udah bisa menerawang seorang pria supel atau tidak pada anak-anak, akurat lagi! Apa sih kuncinya?

Kuncinya adalah ekspresi wajah yang lebih ceria atau ramah. Walaupun para pria diminta untuk berekspresi senetral mungkin pas difoto, tapi tetep wajah yang “baby-friendly” itu adalah wajah yang lebih ceria. Mungkin juga sih kalau pria-pria yang supel pada anak-anak punya fitur wajah tersendiri. Tapi penelitian ini belum menemukan apa itu.

Wahai para pria,, kalo ketemu sama wanita tunjukkanlah wajah ramah dan ceria. Selain menunjukkan pribadi yang menarik, wajah ceriamu juga akan mensinyalkan kalo kamu supel pada anak kecil, berpotensi jadi calon suami!! Hehehe..

###

Implikasi Lain

Mungkin hasil penelitian di atas dapat diterapkan juga dari sisi sebaliknya. Pria mencari wanita. Wanita yang supel pada anak kecil makin seksi di mata pria. Tapi saya belum mencari penelitian khusus tentang itu.

Lebih lanjut, kembali ke pertanyaan awal di atas tadi. Apakah pria sebangsat itu fokusnya cuma mau nyebar benih aja? Nope, not really now.

Kebutuhan cowok untuk nyebarin gen, tapi juga punya kepentingan untuk ningkatin survival anak. Dan mengingat hot daddy memiliki nilai seksi plus-plus di mata wanita, pria kini sudah mulai menginvestasikan resource-nya ke keturunan. Ikut mengambil andil dalam mengurus dan membesarkan anak. Sila baca tulisan saya tentang Evolution of Fatherhood (Bahasa Indonesia) untuk ulasan lebih lanjut mengenai transformasi peran pria dalam mengasuh anak.

###

DISCLAIMER
Saya tidak memiliki hak cipta atas seluruh materi gambar yang ditampilkan di tulisan ini. Semua gambar diperoleh melalui fasilitas Google Images. Karena banyaknya gambar yang digunakan, sumber tidak dapat diantumkan satu per satu.

Read More...

28 December, 2012

Cemburu: Virus Perusak Cinta

3 comments
Curiga adalah bensin cemburu, cemburu adalah virus perusak cinta. 

Cemburu adalah tanda minder.. bukan tanda cinta. 

Minta/pengen/butuh dicemburuin oleh pasangan.. itu juga tanda minder. 

Akar cemburu: ga ngerasa diri bernilai tinggi dan suka ngebandingin diri.. makanya panik kalo ada 'orang lain'. 

Cemburu terjadi saat kamu mencintai, tapi TERPICU rasa TAKUT KEHILANGAN atau KALAH PERSAINGAN.. bukan rasa cinta. 

Cemburu itu seperti flu: kalo muncul artinya KAMU lagi ga fit.. Bukannya karena keadaan/pasangan yang bikin 'gara-gara'. 

Apa efek minim PD saat pacaran/merit? Cemburu, parno'an, wajib lapor, kasar, banyak peraturan, posesif..
Disadur dari kultwit #faktacinta @lexdepraxis

Idealnya begitu, realitanya juga begitu.

Apakah gw pernah cemburu? Pernah tentunya.
Dan ketika gw cemburu, jika mau jujuur pada diri sendiri, ya memang apa yang dideskripsikan di atas yang terjadi dalam diri gw. Intinya karena takut kehilangan! Ga pede sama diri gw sendiri.. Ga pede sama hubungan yang gw jalani.. Ga pede sama pasangan..

Ada kalanya ketika gw sedang pede berat, lagi pede-pedenya sama pasangan dan hubungan kita, gw akan lebih jarang untuk cemburu. Seharian ga ketemu, hanya telponan 5 menit saja sudah membuat gw  tenang dan senang. Tapi akan datang masa-masa gw lagi ga pede.

Lalu gimana dong cara mengatasi cemburu?
Kata kuncinya udah ada kok.

Untuk mengatasi rasa cemburu, supaya hubungan jadi fit biar flu cemburu ga dateng:  
Tingkatkan rasa PD kamu! Tingkatkan kualitas diri, tingkatkan kualitas hubungan! 
Tingkatkan kualitas dirimu kamu ke kualitas yg kamu harapkan. Tingkatkan kualitas diri kamu ke titik di mana kamu yakin kamu bakal pede.

Mari gw kasih ilustrasi.

sms cemburu
A pacaran dengan B. A agak overweight, suka minder sama tubuhnya. B sebenernya pengen A kurusan.

Dalam dinamika hubungan mereka, ada masa-masa ketika A parnoan kalo si B jalan sama temen yang cantik, tinggi, langsing. A cemburuan!

Daripada hanya MENGURAS ENERGI terbakar cemburu, ujung-ujungnya jadi berantem sama B, dan malah mempertaruhkan hubungan mereka, lebih baik A meningkatkan kualitas dirinya toh?! Lebih baik A dan B sama-sama mendukung untuk meningkatkan kualitas diri masing-masing agar mereka sama-sama pede dan ga perlu cemburuan.

Ketika kita percaya diri, kita yakin "ah pasanganku ga akan begini begitu, aku udah memberikan kualitas yang bla bla bla yang dia sukai yang dia idamkan".

***

Tapi tentunya jangan terbuai dengan rasa percaya diri itu dan malah jadi besar kepala. Maintenance itu penting dalam sebuah hubungan. Maintenance berkala itu penting dalam sebuah hubungan. Evaluasi berkala, peningkatan kualitas diri yang continuous.

Balik ke contoh.
Coba A diet, dia bisa kurusan, langsing. Kepercayaan dirinya akan mulai tumbuh.
Si B juga ga perlu celingak-celinguk ke yang lain, pacarnya udah oke.

Itu contooh. Ini berlaku untuk cewek dan cowok lho ya. Silakan dikorelasikan ke hubungan yang kamu jalani karena KAMU yang paling mengerti hubungan yang kamu jalani dengan pasanganmu. 

Tingkatkan pede kamu! Tingkatkan kualitas diri kamu!

Ciptakanlah sebuah kondisi seperti berikut ini.
Orang itu spesial bukan karena dia ganteng, cantik, kaya, pinter, dan sebagainya. Tapi orang itu spesial karena punya kamu, karena punya kamu sebagai pacarnya. Karena kamu tuh spesial, ga bakal nemu kamu di 7 miliyar umat manusia yg lain"
Kembali diilhami oleh twit-twit @lexdepraxis

So, jadikan diri kamu SPESIAL ;)

Read More...